Lintasbalikpapan.com, BANJARBARU – Ancaman banjir, cuaca ekstrem, hingga kebakaran masih menjadi momok bagi banyak daerah di Kalimantan Selatan. Menyadari bahwa keselamatan masyarakat tidak bisa hanya bergantung pada penanganan saat bencana terjadi, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT) mengambil langkah berbeda: membangun kesiapsiagaan sejak dini.
Melalui Program Desa Siaga Bencana, PLN UIP KLT hadir di Kelurahan Landasan Ulin Selatan, Kota Banjarbaru, untuk memperkuat kemampuan masyarakat menghadapi berbagai potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Program ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN yang tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga penguatan kapasitas masyarakat agar lebih tangguh menghadapi kondisi darurat.
Di tengah meningkatnya frekuensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, kekeringan, dan cuaca ekstrem, keberadaan masyarakat yang siap siaga menjadi faktor penting dalam meminimalkan risiko korban maupun kerugian.
Program Desa Siaga Bencana yang digagas PLN melibatkan berbagai pihak, mulai dari relawan Pengayuan Rescue, BPBD, pemerintah kelurahan, kecamatan, hingga unsur pemadam kebakaran.
Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan mampu membentuk sistem penanggulangan bencana yang lebih cepat, terkoordinasi, dan efektif di tingkat masyarakat.
Tak hanya memberikan edukasi, PLN juga membekali warga dengan berbagai keterampilan praktis. Mulai dari pengenalan penyebab bencana, langkah mitigasi, simulasi evakuasi, hingga pelatihan tanggap darurat kebakaran ringan.
Dengan pelatihan tersebut, masyarakat diharapkan mampu mengambil tindakan yang tepat saat kondisi darurat terjadi sebelum bantuan datang.
Selain peningkatan kapasitas sumber daya manusia, PLN UIP KLT juga memberikan dukungan berupa berbagai sarana dan prasarana penanggulangan bencana.
Bantuan yang disalurkan meliputi peralatan pemadam kebakaran, perlengkapan penanganan banjir, peralatan P3K, hingga perlengkapan tanggap darurat yang dapat digunakan masyarakat dan relawan ketika menghadapi situasi darurat.
General Manager PLN UIP KLT, Basuki Widodo, mengatakan program tersebut merupakan bentuk kepedulian PLN terhadap keselamatan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
“Melalui program ini kami berharap kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana semakin meningkat, kompetensi relawan lokal semakin kuat, serta terbangun kolaborasi yang baik antara masyarakat, pemerintah, dan PLN dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tangguh,” ujarnya.
Menurut Basuki, kehadiran PLN di tengah masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan gardu induk, jaringan transmisi, maupun infrastruktur ketenagalistrikan lainnya.
Lebih dari itu, PLN juga ingin menjadi bagian dari solusi dalam menghadapi berbagai tantangan sosial dan lingkungan yang dihadapi masyarakat.
Program Desa Siaga Bencana juga menjadi bagian dari dukungan PLN terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya terkait pembangunan kota dan permukiman yang berkelanjutan serta upaya penanganan perubahan iklim.
Di tengah meningkatnya ancaman bencana akibat perubahan iklim, langkah membangun masyarakat yang siap siaga dinilai menjadi investasi penting untuk masa depan.
Karena ketika bencana datang, yang paling menentukan bukan hanya seberapa besar bantuan yang tersedia, tetapi juga seberapa siap masyarakat menghadapi dan bertahan dari situasi tersebut.
Melalui Desa Siaga Bencana, PLN UIP KLT berharap lahir lebih banyak komunitas yang tangguh, mandiri, dan siap melindungi lingkungannya sendiri ketika keadaan darurat terjadi. (*)






