Lintasbalikpapan.com – Persib Bandung akhirnya membuka perjalanan di Piala Presiden 2026 dengan hasil positif. Bermain di Stadion Si Jalak Harupat, Sabtu (25/7/2026), Maung Bandung sukses mengatasi perlawanan Arema FC dengan skor tipis 1-0.
Satu gol memang tidak terdengar spektakuler, tetapi justru dari pertandingan seperti ini terlihat bagaimana sebuah tim mengelola keunggulan. Persib tidak selalu berada dalam situasi nyaman sepanjang laga. Arema sempat memberikan tekanan sejak awal, namun perlahan Persib mampu menemukan tempo dan mengubah arah permainan.
Gol tunggal Persib tercipta pada menit ke-23. Uilliam Barros Pereira menjadi pemain yang mencatatkan namanya di papan skor setelah menerima rangkaian umpan yang di bangun Balsa Sekulic dan Berguinho. Penyelesaian tersebut menjadi pembeda dalam pertandingan yang berlangsung cukup ketat.
Menariknya, setelah unggul, Persib tidak hanya memilih bertahan total. Maung Bandung tetap mencoba membangun serangan dan beberapa kali mendapatkan kesempatan untuk menambah gol.
Babak Kedua Persib Bandung Lebih Berani Menekan
Memasuki paruh kedua, Persib tampil dengan pendekatan yang lebih agresif. Tim asuhan Igor Tolic mengambil inisiatif untuk menguasai permainan dan berusaha membuat Arema kesulitan mengembangkan serangan.
Sejumlah peluang sebenarnya muncul. Tendangan bebas Luciano Guaycochea masih melambung, sedangkan kesempatan Balsa Sekulic juga mampu dihentikan Ady Satrio. Bola muntah yang kemudian disambar Lucho pun belum menghasilkan gol kedua.
Di sisi lain, Arema bukan tanpa perlawanan. Gustavo Henrique sempat memperoleh peluang, tetapi belum berhasil mengubah kedudukan.
Pergantian pemain kemudian menjadi bagian penting dari strategi Persib. Igor Tolic memasukkan beberapa pemain secara bertahap untuk menjaga energi tim sekaligus mempertahankan intensitas permainan hingga menit-menit akhir.
Lini Belakang Jadi Penentu Saat Arema Menggila
Bagian paling menarik justru terjadi ketika pertandingan memasuki fase akhir. Arema FC meningkatkan tekanan dan Persib mulai lebih sering dipaksa bertahan. Dalam kondisi seperti itu, keunggulan satu gol bisa terasa sangat rapuh. Satu kesalahan kecil saja berpotensi mengubah hasil pertandingan. Namun, pertahanan Persib mampu menjaga konsentrasi.
Blok penting Julio Cesar pada menit ke-88 menjadi salah satu momen yang menunjukkan betapa krusialnya lini belakang Maung Bandung. Arema kembali mendapat peluang melalui Gustavo Henrique sesaat kemudian, tetapi penyelesaiannya melebar.
Persib bahkan masih sempat mengancam lewat serangan balik pada injury time melalui Berguinho. Hingga peluit panjang berbunyi, skor 1-0 tetap bertahan.
Kemenangan ini mungkin tidak hadir dengan pesta gol, tetapi justru memperlihatkan sisi lain Persib: kemampuan mempertahankan hasil ketika pertandingan mulai berada dalam tekanan. Tiga poin dari Arema menjadi modal awal yang penting sekaligus bukti bahwa kemenangan tidak selalu ditentukan oleh banyaknya gol, melainkan juga ketenangan dalam mengelola situasi.






