Lintasbalikpapan.com – Timnas Malaysia mengawali perjalanan di Grup B Piala AFF 2026 dengan kemenangan penting. Bertanding menghadapi Myanmar di Stadion Thuwunna, Yangon, Sabtu (25/7), Harimau Malaya sempat berada dalam posisi sulit setelah tertinggal lebih dulu. Namun, pertandingan Malaysia vs Myanmar justru berakhir dengan comeback dramatis 2-1 untuk tim tamu.
Hasil Malaysia vs Myanmar ini menjadi modal berharga bagi Malaysia untuk menghadapi pertandingan berikutnya. Bukan cuma karena mendapatkan tiga poin, kemenangan tersebut juga memperlihatkan bagaimana tim asuhan Harimau Malaya mampu tetap tenang ketika permainan tidak berjalan sesuai rencana.
Myanmar Lebih Dulu Mengontrol Pertandingan
Myanmar memulai laga dengan agresif dan berhasil memanfaatkan celah di pertahanan Malaysia pada menit ke-10. Myat Kaung Khat menjadi pemain yang mencatatkan namanya di papan skor setelah menyambar bola muntah hasil blok pemain bertahan Malaysia.
Gol tersebut membuat tuan rumah semakin percaya diri. Sebaliknya, Malaysia harus bekerja lebih keras untuk menemukan celah. Beberapa peluang sempat tercipta, termasuk kesempatan yang berakhir dengan bola membentur tiang pada menit ke-29.
Myanmar juga sebenarnya memiliki peluang untuk memperlebar keunggulan. Win Naing Tun beberapa kali mendapatkan ruang tembak, tetapi penyelesaian akhirnya belum mampu menaklukkan pertahanan Malaysia secara maksimal.
Situasi ini membuat babak pertama berakhir dengan keunggulan Myanmar. Namun, satu hal menarik dari pertandingan ini adalah Malaysia tidak terlihat kehilangan arah meski harus memasuki ruang ganti dalam kondisi tertinggal.
Dua Momen Bola Mati Mengubah Jalannya Laga
Perubahan besar terjadi setelah turun minum. Malaysia hanya membutuhkan waktu tujuh menit untuk menyamakan kedudukan melalui skema sepak pojok yang diselesaikan Paulo Josue dari jarak dekat. Gol tersebut seolah menjadi titik balik pertandingan. Malaysia yang sebelumnya kesulitan membongkar pertahanan Myanmar mulai mendapatkan momentum. Tidak lama berselang, kesempatan emas kembali datang setelah Mohamadou Sumareh dijatuhkan di kotak penalti.
Wasit menunjuk titik putih dan Paulo Josue kembali maju sebagai eksekutor. Gelandang tersebut menjalankan tugasnya dengan tenang untuk mengubah skor menjadi 2-1.
Menariknya, dua gol Malaysia lahir dari situasi yang berbeda dengan permainan terbuka. Hal ini menunjukkan bahwa efektivitas bola mati bisa menjadi pembeda ketika sebuah tim kesulitan menciptakan peluang bersih dari open play.
Timnas Malaysia Tunjukkan Mentalitas Saat Tertekan
Setelah unggul, pertandingan belum benar-benar aman bagi Malaysia. Myanmar yang bermain di hadapan pendukung sendiri terus mencoba mencari gol penyeimbang. Beberapa tekanan sempat diberikan, tetapi lini pertahanan Malaysia mampu menjaga keunggulan sampai peluit panjang.
Dari sisi hasil, kemenangan ini tentu sangat penting bagi Harimau Malaya. Namun, nilai terbesar dari laga ini justru terletak pada kemampuan Malaysia mengubah situasi setelah tertinggal. Di turnamen seperti Piala AFF 2026, pertandingan pembuka sering kali tidak selalu berjalan ideal. Karena itu, kemampuan merespons tekanan bisa menjadi modal besar untuk perjalanan berikutnya.
Paulo Josue juga layak menjadi sorotan utama setelah mencetak dua gol yang memastikan Malaysia membawa pulang kemenangan. Jika mampu mempertahankan ketenangan dan efektivitas seperti ini, Malaysia berpotensi menjadi salah satu tim yang patut diperhitungkan di Grup B.






