Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Upaya mewujudkan wajah kota yang lebih modern dan tertata terus didorong DPRD Kota Balikpapan melalui rencana penerapan sistem kabel bawah tanah. Program ini dinilai menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung penataan infrastruktur perkotaan yang lebih rapi, aman, dan estetis.
Ketua Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Yusri, menyebut rencana tersebut telah melalui tahap kajian dan kini tinggal menunggu pengesahan dalam bentuk peraturan daerah (Perda) sebagai dasar pelaksanaan.
Menurutnya, penerapan kabel bawah tanah akan dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan kawasan jalan protokol. Dua ruas utama, yakni Jalan MT Haryono dan Jalan Ahmad Yani, direncanakan menjadi lokasi percontohan karena memiliki tingkat aktivitas dan kepadatan jaringan utilitas yang tinggi.
“Sudah dikaji, tinggal menjadi perda. Nanti dimulai dari jalan protokol dulu, seperti MT Haryono dan Ahmad Yani. Setelah itu baru bisa diterapkan secara menyeluruh di Kota Balikpapan,” ujar Yusri kepada wartawan, Senin (6/4/2026).
Yusri menjelaskan, penataan kabel melalui sistem bawah tanah menjadi bagian penting dalam mendukung konsep kota modern. Selain memperindah tata kota, langkah ini juga diyakini mampu meningkatkan keselamatan serta mengurangi risiko gangguan jaringan akibat cuaca ekstrem maupun kerusakan teknis.
Ia menilai, keberadaan kabel udara yang semrawut selama ini tidak hanya mengganggu estetika, tetapi juga berpotensi membahayakan masyarakat. Karena itu, penataan melalui sistem bawah tanah dinilai sebagai solusi jangka panjang yang lebih ideal.
Lebih jauh, program ini juga sejalan dengan perkembangan Balikpapan sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), yang dituntut memiliki infrastruktur yang memadai dan berstandar modern.
Meski demikian, Yusri mengakui bahwa realisasi program tersebut masih menghadapi tantangan, terutama dari sisi pembiayaan. Pembangunan jaringan kabel bawah tanah membutuhkan anggaran yang cukup besar, mulai dari proses konstruksi hingga pemeliharaan.
“Ini kembali lagi ke soal anggaran. Karena untuk membangun jaringan bawah tanah itu membutuhkan biaya besar,” jelasnya.
Di sisi lain, sejumlah pemangku kepentingan seperti PLN dan Telkom disebut telah siap mendukung pelaksanaan program tersebut. Yusri menegaskan, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar implementasi di lapangan dapat berjalan efektif dan terintegrasi.
“PLN dan Telkom pada dasarnya sudah siap untuk melaksanakan. Tinggal menunggu perda disahkan agar pelaksanaannya bisa berjalan dengan baik,” tambahnya.
Ia berharap, setelah regulasi disahkan dan proyek percontohan berjalan lancar, sistem kabel bawah tanah dapat diterapkan secara luas di seluruh wilayah kota. Dengan demikian, Balikpapan diharapkan mampu tampil sebagai kota modern dengan infrastruktur yang tertata, aman, dan berkelanjutan. (yud/ADV/DPRD Balikpapan)












