Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Keterbatasan anggaran sektor pariwisata Kota Balikpapan tahun 2027 dinilai bukan hanya persoalan nominal, tetapi juga mencerminkan perlunya perubahan strategi dalam pengembangan destinasi. DPRD Kota Balikpapan menilai, tanpa inovasi dan kolaborasi yang kuat, potensi pariwisata daerah sulit berkembang secara maksimal.
Anggota Komisi II DPRD Balikpapan, Japar Sidik, menyebut alokasi anggaran sebesar Rp11 miliar masih jauh dari cukup untuk menjawab berbagai kebutuhan pengembangan, mulai dari infrastruktur hingga promosi wisata.
Menurutnya, kondisi ini harus menjadi momentum bagi pemerintah kota untuk mengubah pendekatan, dari yang semula bertumpu pada pembiayaan pemerintah menjadi model kolaboratif dengan melibatkan sektor swasta.
“Kalau hanya mengandalkan APBD, ruang geraknya sangat terbatas. Perlu ada pola kemitraan yang jelas dengan pihak swasta agar pengembangan destinasi bisa lebih cepat dan inovatif,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (2/4/2026).
Ia menilai, peran pemerintah seharusnya difokuskan pada penciptaan iklim investasi yang kondusif, seperti penyederhanaan perizinan dan penyediaan infrastruktur pendukung, sehingga dapat menarik minat investor untuk masuk ke sektor pariwisata.
Di sisi lain, DPRD juga menyoroti perubahan tren kunjungan wisatawan di Balikpapan. Destinasi unggulan seperti Pantai Manggar disebut mulai mengalami penurunan kunjungan, yang diduga dipengaruhi oleh pergeseran perhatian ke kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Kita tidak bisa lagi hanya mengandalkan wisata pantai. Harus ada pembaruan konsep wisata yang lebih variatif dan sesuai dengan kebutuhan wisatawan saat ini,” jelasnya.
Pengembangan wisata darat dinilai menjadi salah satu solusi strategis. Potensi seperti hutan kota, wisata edukasi, hingga destinasi berbasis budaya lokal disebut masih belum digarap secara maksimal.
Selain pengembangan destinasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi perhatian. Japar menekankan pentingnya pelatihan bagi pelaku wisata dan UMKM agar mampu memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pengunjung.
DPRD pun mendorong adanya langkah konkret dari pemerintah kota untuk merumuskan peta jalan pengembangan pariwisata yang lebih adaptif, inovatif, dan melibatkan berbagai pihak.
“Ke depan, pariwisata harus dikelola dengan pendekatan yang lebih modern dan kolaboratif. Kalau itu bisa dilakukan, Balikpapan punya peluang besar untuk menjadi destinasi unggulan di Kalimantan,” pungkasnya. (yud/ADV/DPRD Balikpapan)












