Jelang Hadapi Timnas Indonesia dan Arab Saudi, Timnas Irak Dinilai Perlu Uji Coba Lagi!

Lintasbalikpapan.com – Menjelang putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, Timnas Irak semakin serius mematangkan persiapan. Lawan yang akan mereka hadapi bukan tim sembarangan, yakni Timnas Indonesia dan Arab Saudi. Dua laga krusial tersebut dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2025, dan menjadi penentu langkah Irak dalam perebutan tiket menuju turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia.

Uji Coba Timnas Irak Jelang Hadapi Timnas Indonesia dan Arab Saudi

Eks pemain Timnas Irak, Ahmed Khudair, menilai skuad Singa Mesopotamia masih membutuhkan satu laga pemanasan terakhir sebelum melakoni pertandingan resmi. Menurutnya, uji coba melawan klub lokal atau laga persahabatan internasional sangat penting untuk mengukur kesiapan fisik dan taktik anak asuh Graham Arnold.

Khudair menekankan, pertandingan persahabatan tidak sekadar formalitas, melainkan kesempatan bagi pelatih untuk melihat sejauh mana para pemain mampu menerjemahkan instruksi di lapangan. Hal ini di yakini dapat memberi gambaran yang lebih jelas terhadap komposisi tim utama yang akan di turunkan di Jeddah.

Makin Matang dengan Turnamen Piala Raja Thailand

Persiapan Irak sejatinya sudah cukup solid. Pada ajang Piala Raja Thailand 2025, Irak berhasil menjadi juara setelah mengalahkan Hong Kong dan Thailand. Dua kemenangan itu tidak hanya menambah kepercayaan diri, tetapi juga memperlihatkan kematangan strategi Arnold dalam mengelola tim.

Dari empat laga terakhir, Irak mencatat tiga kemenangan dan hanya sekali kalah. Catatan ini menunjukkan grafik positif, meski mantan gelandang Timnas Irak itu mengingatkan masih ada pekerjaan rumah dalam hal kekompakan dan harmonisasi permainan.

Kedalaman Skuad dan Persaingan Posisi

Selain aspek taktik, kedalaman skuad juga menjadi perhatian. Nama Sherko Karim di sebut sebagai opsi tambahan di sektor pertahanan, meski posisi naturalnya adalah sayap menyerang. Di sisi lain, Irak memiliki Hussein Ali yang kini memperkuat klub Polandia, Pogon Szczecin. Dengan pengalaman dan kualitas yang di miliki, Hussein Ali dinilai lebih layak menempati posisi bek kanan utama.

Khudair menegaskan, kualitas individu tidak cukup tanpa pengalaman praktis di pertandingan. Irak membutuhkan pemain yang tidak hanya piawai dalam latihan, tetapi juga mampu menampilkan konsistensi di laga kompetitif.

Bagi Irak, Grup B bukanlah jalan mudah. Indonesia dengan performa yang semakin berkembang di bawah asuhan Shin Tae-yong bisa menjadi kejutan, sementara Arab Saudi punya tradisi panjang di kancah sepak bola Asia. Oleh sebab itu, uji coba terakhir yang di usulkan Khudair di nilai sangat penting untuk memastikan tim berada dalam kondisi terbaik secara fisik maupun mental.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *