Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Pertanahan dan Penataan Ruang (DPPR) tengah menggarap proyek revitalisasi trotoar di Jalan Letjen Suprapto, wilayah Balikpapan Barat. Proyek ini ditargetkan rampung pada Desember 2025, dengan masa pekerjaan sekitar tujuh bulan sejak dimulai pada Mei lalu.
Kepala DPPR Kota Balikpapan, Irma Pertiwi Aryana Musa, menjelaskan bahwa pembangunan ini bukan hanya untuk mempercantik kawasan, tetapi juga menyentuh infrastruktur pendukung di bawah permukaan.
“Selain memperindah tampilan trotoar, di bawahnya juga disiapkan saluran drainase dan jalur untuk utilitas seperti kabel listrik serta pipa milik PDAM,” ungkap Irma saat dikonfirmasi pada Rabu (6/8/2025).
Konsep trotoar nantinya akan menyerupai desain yang sudah diterapkan di kawasan Taman Bekapai, Balikpapan Kota, yang dikenal dengan tampilan modern dan rapi. Namun, Irma mengakui bahwa desain akhir masih terus dikembangkan menyesuaikan dengan kondisi lapangan.
“Rencananya akan dibuat seperti yang di gedung parkir dan Taman Bekapai tapi saya sendiri belum lihat langsung. Yang jelas konsepnya serupa,” katanya.
Pembangunan dilakukan di kedua sisi jalan, termasuk area di depan Bank Mandiri, dengan ukuran trotoar yang bervariasi menyesuaikan kondisi ruang di setiap titik. Nilai kontrak proyek ini disebut mencapai lebih dari Rp3 miliar, meski Irma tidak merinci angka pastinya.
Revitalisasi juga mempertimbangkan keberadaan tiang-tiang utilitas yang saat ini masih berdiri di sepanjang jalur trotoar. Menurut Irma, pihaknya akan berkoordinasi dengan PLN untuk merapikan atau memindahkan tiang-tiang tersebut demi menjaga estetika dan kenyamanan pejalan kaki.
“Kami akan melakukan koordinasi dengan PLN untuk kemungkinan pembongkaran atau penataan ulang agar tidak mengganggu estetika,” jelasnya.
Meski demikian, trotoar yang dibangun belum akan dilengkapi dengan fasilitas tambahan seperti tempat duduk, pot tanaman, atau pelindung cuaca.
“Sementara hanya untuk perbaikan dan keperluan pejalan kaki. Belum ada rencana penambahan tempat duduk atau elemen lain,” tutupnya.
Proyek ini diharapkan menjadi langkah awal pembenahan wajah kota di kawasan Balikpapan Barat, yang selama ini dikenal sebagai area yang padat aktivitas namun minim infrastruktur pejalan kaki yang representatif. (yud/ADV/Diskominfo Balikpapan)






