Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan mengambil langkah nyata dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda.
Hal ini dilakukan melalui berbagai program dan kegiatan yang bertujuan untuk memperkuat pemahaman dan pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari sejak dini.
Salah satunya dengan menggelar Gebyar SD. Acara ini juga jadi wadah bagi murid untuk menunjukkan bakat dan kreativitas. Gebyar SD berlangsung di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC/DOME), Rabu (2/10/2024) lalu dan diikuti oleh berbagai elemen pendidikan di Kota Minyak, julukan Kota Balikpapan.
Setelah sukses dengan Festival PAUD dalam peringatan Hari Aksara Internasional September lalu, Disdikbud Balikpapan kini melanjutkan inisiatifnya lewat Gebyar SD.
Kepala Bidang Pendidikan SD Disdikbud Balikpapan Triyuni, menjelaskan bahwa acara ini merupakan pengembangan dari kegiatan serupa yang sebelumnya hanya digelar untuk tingkat kecamatan.
Bedanya, tahun ini, semua sekolah dasar di Balikpapan ikut serta dalam acara besar ini, dengan fokus utama implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).
“Kami ingin ada aksi nyata bagi murid, apalagi dengan meningkatnya hal-hal negatif di tengah masyarakat. Gebyar SD ini diharapkan bisa meluruskan dan memperkuat karakter anak melalui edukasi yang diberikan,” ujar Triyuni.
Gebyar SD kali ini tidak hanya melibatkan siswa, tapi juga seluruh elemen pendidikan, termasuk kepala sekolah, guru, orang tua, dan pengawas pendidikan SD. Semua pihak bekerja sama untuk memastikan kegiatan ini berjalan dengan sukses dan memberikan dampak positif bagi perkembangan karakter siswa.
Dalam Gebyar SD, murid usia 7 hingga 12 tahun mendapat pengetahuan dan pengalaman langsung tentang penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan.
Menurut Triyuni, hal ini akan menjadi dasar yang kuat dalam membentuk karakter generasi muda Indonesia melalui implementasi P5. “Ini menjadi cikal bakal karakter Indonesia terbangun melalui P5,” tambahnya.
Gebyar SD juga menjadi ajang penting bagi para guru. Sekitar 900 guru hadir dalam acara tersebut, tidak hanya untuk mendampingi murid tetapi juga untuk meningkatkan kompetensi dalam literasi, numerasi, dan pengembangan karakter.
Para guru pun berkesempatan menampilkan karya tulis dalam berbagai perlombaan. “Ini kesempatan bagi guru untuk berkompetisi, mulai dari tingkat kota hingga nasional,” kata Triyuni.
Triyuni berharap acara seperti Gebyar SD tidak hanya menjadi ajang seremonial tetapi bisa menjadi kegiatan rutin yang memberikan dampak nyata bagi murid dan guru.
Dengan melibatkan berbagai narasumber dan komunitas pendidikan, Gebyar SD diharapkan mampu menjadi fondasi penting dalam pembentukan karakter positif murid. (*/ADV/Diskominfo Balikpapan)






