Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Peningkatan volume kendaraan di kota Balikpapan membuat kemacetan di sejumlah titik di Kota Balikpapan. Diantaranya kawasan Jalan MT Haryono dari arah Damai menuju Balikpapan Baru, kawasan Jalan Jendral Sudirman di depan Balikpapan Super Block (BSB) dan Pertigaan Kilometer 5 Jalan Soekarno Hatta. Kemudian juga dari Grand City hingga ke kawasan Polda terjadi kemacetan di sore hari.
Mengatasi kemacetan ini tentu saja diperlukan langkah cepat Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan dalam mengambil keputusan. Untuk mengantisipasi kemacetan yang lebih parah kedepannya. Mengingat Balikpapan sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN)
Sekretaris Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Kamaruddin Ibrahim mengatakan, bahwa saat ini Pemkot Balikpapan belum memberikan solusi jangka pendek untuk mengantisipasi kemacetan ini.
“Jadi pemkot belum memberikan solusi jangka pendek, misalnya melakukan pelebaran jalan di simpang Muara Rapak dan simpang MT Haryono, arah menuju ke Balikpapan Super Blok (BSB),” kata pria yang akrab disapa Aco ini kepada wartawan, Kamis (20/6/2024).
Menurut dia, seharusnya pelebaran sudah dilakukan mulai sekarang, mengingat Balikpapan menjadi kota penyangga IKN dan tentu saja jumlah penduduknya akan terus meningkat.
Tak hanya itu, lanjut Aco, seharusnya pemkot melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan sudah membuat rekayasa lalu lintas di simpang Muara Rapak dengan bekerjasama dengan pihak PT Pertamina untuk membuka akses jalan Panorama dan disamping Masjid Al-Munawar.
“Sehingga kendaraan roda dua (R2) maupun roda empat (R4) dari arah Gunung Sari hendak menuju arah Karang Anyar dan Kampung Baru bisa melewati Jln Panorama atau samping masjid Al-Munawar,” tuturnya.
Sedangkan, untuk kendaraan dari arah Karang Anyar hendak ke Muara Rapak, tidak ada lagi melintas ke jalan tembus ke samping masjid Al Munawar. Sehingga kendaraan yang dari Karang Anyar ke Rapak dibuat satu arah.
Selain itu, sudah saatnya pemerintah bisa menyediakan Sarana Angkutan Umum Massal (SAUM). Tentunya penyediaan SAUM di Balikpapan bisa menjadi solusi mengatasi penggunaan kendaraan pribadi.
“Saya rasa, kalau SAUM disediakan bisa menjadi solusi, asalkan dapat dikelola dengan baik,” katanya.
“Tapi untuk yang saat ini dibutuhkan di Balikpapan yakni pembukaan jalur alternatif dan melakukan pelebaran jalan-jalan yang sudah ada,” pungkasnya. (Djo)






