Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan kini berganti. Secara resmi Robi Ariadi dikukuhkan menggantikan Bambang Setyo Pambudi yang telah memasuki masa purnabakti.
Pengkuhan tersebut dipimpin langsung oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida S Budiman di ruang Beruang Madu Kantor Perwakilan BI Balikpapan pada Selasa (14/5/2024). Dalam pengukuhan ini juga dihadiri Wali Kota Balikpapan, Rahmad Masud dan unsur Forkopimda serta tokoh masyarakat dan Pimpinan Bank di Balikpapan.
Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud mengatakan komitmen dalam membangun sinergi bersama seluruh pemangku kebijakan, termasuk KPW BI Balikpapan.
“Sinergi yang sudah berjalan baik ini diharapkan dapat dilanjutkan, agar perekonomian Kota Balikpapan terus tumbuh dengan baik, khususnya dengan adanya pembangunan Ibu Kota Negara (IKN),” katanya.
Selama ini, Bank Indonesia memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas dadn mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional. Berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Balikpapan yang turut komitmen dalam menekan angka inflasi.
“Sinergi dan kolaborasi bersama Pemkot Balikpapan telah banyak membantu dalam banyak hal, termasuk pengendalian inflasi, pengembangan UMKM, mendukung ekonomi kemandirian pesantren dan edukasi terkait perbankan kepada masyarakat,” jelasnya.
Senada dengan Aida S Budiman berharap Bank Indonesia bisa terus memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan dan perekonomian di wilayah kerjanya, khususnya dalam hal ini Kota Balikpapan.
Aida juga membeberkan di tengah ketidakpastian global yang terjadi, perekonomian Balikpapan masih dapat tumbuh di angka 6,49 persen (yoy) di tahun 2023. Pun demikian di triwulan pertama tahun 2024 juga tumbuh positif.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan di tengah ketidakpastian global yang terjadi, perekonomian Balikpapan masih dapat tumbuh solid di angka 6,49 persen (yoy) di 2023.
“Tercermin dari PDRB Kalimantan Timur yang mencapai 7,26 persen yoy pada Triwulan I 2024. Inflasi di Balikpapan juga masih terjaga, di April tercatat 3,06 persen (yoy), menunjukkan kuatnya koordinasi, sinergi, dan kolaborasi semua pihak,” bebernya.
Lebih lannjut Aida mengatakan adanya percepatan pembangunan IKN dapat menjadi harapan bagi Balikpapan yang sudah mulai terlihat dari kontribusinya pada ekonomi Balikpapan dan Kaltim di tahun 2023 dan 2024.
“Ini perlu di optimalkan untuk terus mendorong perekonomian Balikpapan, Kaltim dan Nasional,” pungkasnya. (*)












