Kebutuhan RS Mendesak, Wawali Dorong Solusi Proyek RS Sayang Ibu

Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Tertundanya pembangunan Rumah Sakit Umum (RSU) Sayang Ibu di Kecamatan Balikpapan Barat dinilai tidak boleh berlarut-larut mengingat tingginya kebutuhan layanan kesehatan masyarakat.

Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menegaskan pentingnya segera menemukan solusi konkret agar proyek strategis tersebut bisa kembali berjalan.
Bagus menyebut, dengan jumlah penduduk Balikpapan yang mendekati 800 ribu jiwa, kota ini masih kekurangan sedikitnya lima rumah sakit tipe C. Kondisi tersebut menjadikan pembangunan RS Sayang Ibu sebagai kebutuhan mendesak, bukan sekadar proyek infrastruktur biasa.

“Pelayanan kesehatan ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, setiap hambatan dalam pembangunan harus segera dievaluasi dan dicarikan jalan keluarnya,” ujar Bagus, Rabu (28/1/2026).

Ia menilai langkah DPRD Balikpapan yang ingin melakukan pendalaman melalui fungsi pengawasan, termasuk rencana pembentukan Panitia Khusus (Pansus), dapat menjadi bagian dari upaya mencari solusi atas tertundanya proyek tersebut.
Evaluasi menyeluruh dinilai penting agar persoalan teknis maupun administratif dapat dipetakan dengan jelas.

Menurut Bagus, Pemerintah Kota Balikpapan sejak awal telah menjalankan proses pembangunan RS Sayang Ibu sesuai mekanisme yang berlaku, mulai dari perencanaan hingga pengawasan internal. Namun, dinamika di lapangan tetap perlu dikaji bersama agar tidak menghambat pelayanan publik.

“Yang terpenting sekarang adalah bagaimana proyek ini bisa dilanjutkan dengan lebih matang dan hati-hati, tanpa mengulang kesalahan yang sama,” katanya.

Bagus juga menegaskan komitmen Pemkot untuk bersikap terbuka dan kooperatif dalam setiap proses evaluasi. Pemerintah kota siap memberikan data dan informasi yang dibutuhkan agar keputusan lanjutan dapat diambil secara tepat.

“Pengawasan harus bermuara pada solusi. Tujuan akhirnya adalah memastikan masyarakat Balikpapan segera mendapatkan tambahan fasilitas kesehatan yang layak,” tutupnya. (yud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *