Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN — Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melalui Dinas Perhubungan (Dishub) terus menunjukkan komitmennya dalam membenahi sistem transportasi kota, salah satunya dengan mendorong perbaikan layanan angkutan kota (angkot). Kendaraan berpelat kuning ini masih menjadi moda transportasi vital bagi mobilitas masyarakat, terutama di kawasan-kawasan yang belum terjangkau layanan bus besar atau transportasi daring.
Kepala Dishub Balikpapan, Muhammad Fadli Pathurrahman, menyatakan bahwa angkot memiliki peran strategis sebagai moda transportasi rakyat. Meski kini bersaing dengan transportasi online dan program bus gratis Balikpapan City Trans (BCT), angkot dinilai tetap relevan dan perlu diberdayakan.
“Angkot adalah salah satu transportasi yang punya kontribusi besar dalam sistem mobilitas kota. Oleh karena itu, perlu ada upaya nyata untuk meningkatkan layanan, agar masyarakat tidak meninggalkannya,” kata Fadli, Rabu (2/7/2025).
Sebagai bagian dari strategi tersebut, Dishub saat ini tengah merancang skema khusus penyediaan sarana dan prasarana (sarpras) yang lebih representatif bagi operasional angkot. Sarpras yang dimaksud mencakup halte, tempat pemberhentian resmi, sistem informasi rute, dan integrasi pembayaran ke depan.
“Kami tengah menyusun desain agar angkot tidak hanya bertahan, tetapi naik kelas. Artinya, dari sisi kenyamanan, keamanan, dan pelayanan harus meningkat,” tambahnya.
Dishub juga berencana menyusun rute khusus untuk pelajar dan kawasan pemukiman padat yang tidak dilalui BCT. Diharapkan, keberadaan angkot bisa menjadi feeder atau pengumpan yang memperkuat konektivitas antar moda, bukan menjadi pesaing.
“Kami tidak ingin angkot bersaing langsung dengan BCT atau transportasi online. Justru kami desain agar mereka saling melengkapi,” tegas Fadli.
Selain revitalisasi rute dan sarpras, peningkatan kualitas kendaraan juga menjadi perhatian. Dishub mendorong peremajaan armada angkot, termasuk potensi konversi ke kendaraan ramah lingkungan dalam jangka panjang.
Langkah ini sejalan dengan visi Pemkot Balikpapan dalam membangun sistem transportasi publik yang terintegrasi, berkelanjutan, dan inklusif. Ke depan, Dishub juga akan melibatkan koperasi angkot dan stakeholder lainnya untuk memastikan transformasi angkot berjalan dengan dukungan penuh dari para pelaku di lapangan.
Dengan pendekatan yang terencana dan kolaboratif, Pemkot Balikpapan berharap angkot dapat kembali menjadi moda favorit masyarakat sekaligus memperkuat sistem transportasi publik di kota minyak tersebut. (yud/ADV/Diskominfo Balikpapan)






