Pemkot Balikpapan Tegaskan Komitmen Atasi Banjir di DAS Ampal

Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus menunjukkan komitmennya dalam mengatasi persoalan banjir, khususnya di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Ampal. Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menyampaikan bahwa penanganan banjir di DAS Ampal dilakukan secara menyeluruh dari hulu ke hilir sepanjang kurang lebih 4 kilometer.

Dalam paparannya, Bagus menjelaskan bahwa terdapat tiga strategi utama dalam pengendalian banjir tersebut, yaitu pelebaran saluran, pembangunan bendungan pengendali (bendali), dan pembangunan rumah pompa. Namun, setiap langkah tersebut dihadapkan pada tantangan yang cukup besar.

“Untuk pelebaran saluran, dibutuhkan pembebasan lahan dengan biaya yang sangat tinggi. Berdasarkan kajian tahun 2019, pelebaran saluran Primer Ampal diperkirakan membutuhkan dana sekitar Rp600 miliar untuk pembebasan lahan dan Rp400 miliar untuk pembebasan bangunan. Dengan perkembangan harga saat ini, total kebutuhan anggaran diprediksi bisa mencapai Rp1,6 triliun,” kata Bagus, Jumat (11/7/2025).

Terkait pembangunan bendali, Bagus menyebutkan bahwa dari total 40 bendali yang dibutuhkan di DAS Ampal, saat ini baru terbangun sebanyak 6 bendali. Pada tahun 2024, Pemkot telah melakukan pembebasan lahan seluas 10 hektare di area Bendali Ampal Hulu dengan total anggaran sebesar Rp47 miliar.

“Untuk pembangunan ke depannya, kami sangat berharap adanya dukungan dari Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai IV Samarinda serta Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur,” ujar Bagus.

Selain itu, pembangunan rumah pompa juga dinilai penting untuk mempercepat laju aliran air di saluran drainase atau sungai. Jika seluruh titik rumah pompa dibangun dan berfungsi secara optimal dari hulu ke hilir, maka genangan banjir dapat lebih cepat surut. Berdasarkan kajian, kebutuhan rumah pompa di DAS Ampal adalah sebanyak tujuh unit.

Menutup penjelasannya, Bagus menyatakan bahwa pihaknya sependapat dengan DPRD Kota Balikpapan yang meminta kajian ulang terhadap berbagai alternatif penanganan banjir di DAS Ampal. Evaluasi terhadap pekerjaan yang telah dilakukan juga akan menjadi bagian dari upaya untuk mencari solusi yang lebih baik ke depannya. (yud/ADV/Diskominfo Balikpapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *