Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Aktivitas bongkar muat kendaraan di Pelabuhan Semayang, Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), berlangsung padat pada Kamis (5/11/2026). Kedatangan tiga kapal dalam rentang waktu berdekatan membuat pengaturan arus kendaraan di kawasan pelabuhan membutuhkan perhatian ekstra.
Ketiga kapal tersebut yakni KM Bukit Siguntang, KM DLN Mandalika, dan KM Dharma Kencana V. Padatnya aktivitas sejak dini hari hingga pagi berdampak pada kebutuhan ruang penumpukan serta pengaturan kendaraan yang keluar dan masuk kapal.
General Manager (GM) PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional 4 Cabang Balikpapan, H Suhadi Hamid, menjelaskan KM Bukit Siguntang menjadi kapal pertama yang sandar pada pukul 02.07 Wita dan bertolak pukul 05.15 Wita.
Berikutnya, KM DLN Mandalika sandar pukul 03.23 Wita dengan membawa 121 unit kendaraan. Kapal tersebut kemudian melakukan pemuatan sebanyak 141 unit kendaraan.
Sementara itu, KM Dharma Kencana V sandar pukul 06.39 Wita dengan membawa 198 unit kendaraan. Kapal ini dijadwalkan memuat 289 unit kendaraan dan bertolak sekitar pukul 08.00 Wita.
Aktivitas ketiga kapal yang berlangsung berdekatan membuat pengelolaan arus kendaraan di area pelabuhan semakin menantang. Bahkan, proses pemuatan KM DLN Mandalika mengalami keterlambatan akibat aktivitas kapal sebelumnya.
Selain jadwal kapal yang berdekatan, penyesuaian waktu kedatangan dari pelabuhan asal turut memengaruhi antrean. Kondisi cuaca dan situasi pelayaran juga dapat mengubah waktu tempuh kapal sehingga berdampak pada jadwal kedatangan maupun proses sandar.
Pengaturan bongkar muat kendaraan juga tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Kapal jenis Roll On-Roll Off (Ro-Ro) memiliki ketentuan pemuatan berdasarkan Stowage Plan atau rencana tata letak kendaraan di atas kapal.
Setiap kendaraan harus ditempatkan sesuai posisi dan urutan yang telah ditentukan operator kapal. Pengaturan ini diperlukan untuk menjaga distribusi beban dan keseimbangan kapal agar tetap stabil selama pelayaran.
Karena itu, proses pemuatan membutuhkan waktu serta koordinasi antara petugas lapangan dan operator kapal. Pengaturan dimulai sejak kendaraan berada di area penumpukan hingga diarahkan masuk ke kapal.
Dari sisi fasilitas, Pelindo telah menyediakan area untuk kendaraan yang akan dimuat maupun kendaraan yang turun dari kapal. Namun, ketika beberapa kapal melakukan bongkar muat dalam waktu berdekatan, kapasitas area yang tersedia belum sepenuhnya mampu menampung seluruh kendaraan yang masuk dan keluar secara bersamaan.
Dalam prosedur operasional, setiap kendaraan yang akan memasuki kawasan pelabuhan untuk dimuat wajib memiliki tiket dari operator kapal. Tiket tersebut dipindai di pintu masuk atau gate sebagai bagian dari pendataan kendaraan.
Setelah melalui pemeriksaan, kendaraan diarahkan menuju lokasi penumpukan yang telah ditentukan. Pengemudi kemudian menunggu instruksi petugas dan operator kapal mengenai urutan pemuatan sesuai rencana tata letak kendaraan di atas kapal.
Untuk mengantisipasi penumpukan serupa, Pelindo Balikpapan terus berkoordinasi dengan operator kapal dan instansi terkait. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengoptimalkan jadwal kedatangan dan keberangkatan kapal Ro-Ro agar aktivitas bongkar muat tidak terkonsentrasi pada waktu bersamaan.
Pelindo juga mendorong agar kapal-kapal yang melayani rute tersebut dapat dijadwalkan sandar pada malam hari dan berangkat pada pagi hari. Pengaturan ini diharapkan mampu membuat arus kendaraan di kawasan pelabuhan lebih tertata.
Selain penyesuaian jadwal, Pelindo Balikpapan merencanakan peningkatan kapasitas pelayanan kendaraan Ro-Ro melalui optimalisasi fasilitas gate.
Saat ini, terdapat dua gate kendaraan Ro-Ro yang beroperasi. Jumlah tersebut direncanakan bertambah menjadi empat gate untuk mendukung kelancaran arus kendaraan, terutama ketika aktivitas bongkar muat meningkat.
Dengan penambahan fasilitas dan pengaturan jadwal yang lebih optimal, Pelindo berharap pelayanan kendaraan di Pelabuhan Semayang dapat berjalan lebih lancar, termasuk saat beberapa kapal tiba dalam waktu berdekatan. (*)












