RSUD Beriman Siapkan Layanan Cuci Darah pada 2027, Pasien Tak Perlu Lagi Dirujuk

Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – RSUD Beriman Balikpapan menargetkan pengembangan layanan hemodialisis (HD) atau cuci darah pada 2027. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat mempermudah pasien gagal ginjal yang selama ini harus menjalani tindakan medis di rumah sakit lain karena belum tersedianya layanan HD di RSUD Beriman.

Direktur RSUD Beriman Balikpapan, dr. Ifransyah Fuadi mengatakan, penyediaan layanan cuci darah menjadi salah satu prioritas pengembangan rumah sakit. Langkah ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan pasien sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap rumah sakit rujukan.

Selama ini, pasien RSUD Beriman yang membutuhkan tindakan hemodialisis harus dirujuk ke fasilitas kesehatan lain. Namun, proses tersebut tidak selalu berjalan mudah. Sebab, rumah sakit tujuan rujukan juga memiliki keterbatasan kapasitas dalam menerima pasien.

Kondisi itu berpotensi menyulitkan pasien yang membutuhkan tindakan medis secara rutin. Terlebih, layanan cuci darah merupakan kebutuhan penting bagi pasien dengan gangguan fungsi ginjal yang telah memiliki indikasi medis untuk menjalani hemodialisis.

Ifransyah menegaskan, pengembangan layanan tersebut lebih mengutamakan kebutuhan dan keselamatan pasien dibandingkan pertimbangan keuntungan rumah sakit.

“Targetnya bukan sekadar membuka layanan baru, tetapi mengurangi rujukan. Pasien yang memang memiliki indikasi cuci darah bisa segera mendapatkan tindakan di sini tanpa harus kesulitan mencari rumah sakit rujukan,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (5/11/2026).

Menurut dia, pengembangan fasilitas HD merupakan bagian dari upaya RSUD Beriman memperluas cakupan pelayanan kesehatan. Dengan tersedianya layanan tersebut, pasien diharapkan memiliki alternatif fasilitas kesehatan yang lebih mudah dijangkau untuk mendapatkan tindakan cuci darah.

Selain layanan hemodialisis, RSUD Beriman juga menyiapkan sejumlah pembenahan lain pada 2027. Di antaranya pengembangan fasilitas medical check up (MCU) dan penyediaan poli eksekutif.

Untuk layanan MCU, rumah sakit tengah menyiapkan pemindahan fasilitas ke lantai dua seiring dengan renovasi ruangan. RSUD Beriman juga mulai menerapkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk mempercepat proses pemeriksaan hingga penerbitan hasil.

Proses MCU yang di sejumlah rumah sakit dapat memerlukan waktu sekitar lima hari ditargetkan bisa diselesaikan dalam tiga hari melalui sistem yang dikembangkan.

Sementara itu, poli eksekutif disiapkan sebagai alternatif bagi pasien yang membutuhkan waktu konsultasi lebih panjang dengan dokter. Pengembangan ini diharapkan dapat memberikan keleluasaan bagi pasien untuk memperoleh penjelasan lebih mendalam mengenai kondisi kesehatannya.

Ifransyah menjelaskan, pengembangan berbagai layanan tersebut dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan rumah sakit. RSUD Beriman ingin memastikan setiap fasilitas dan sistem baru dapat beroperasi optimal serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dengan sejumlah pengembangan tersebut, RSUD Beriman diharapkan semakin mampu memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat Balikpapan tanpa harus selalu bergantung pada fasilitas kesehatan lain. (yud).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *