Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Rutinitas mencari penumpang dan mengantarkan pesanan di jalan kerap menyita waktu para pengemudi ojek daring. Kondisi tersebut membuat sebagian pengemudi tidak sempat memeriksakan kesehatan secara berkala, meski aktivitas sehari-hari menuntut mereka tetap bugar.
Kondisi itu menjadi perhatian UPTD Puskesmas Sepinggan Baru yang menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi 500 mitra pengemudi Gojek di Balikpapan selama dua hari, Selasa (27/10/2026) dan Rabu (28/10/2026).
Kepala UPTD Puskesmas Sepinggan Baru, dr. Akhmad Irawan, mengatakan pengemudi ojek daring termasuk kelompok pekerja yang perlu mendapat perhatian dari sisi kesehatan. Sebab, sebagian besar waktu mereka dihabiskan di luar rumah dan di jalan untuk mencari penumpang maupun mengantarkan pesanan.
“Pengemudi Gojek ini termasuk kelompok yang perlu mendapat perhatian dari sisi kesehatan. Mereka banyak menghabiskan waktu di luar rumah dan di jalan. Kesibukan itu bisa membuat mereka tidak sempat datang ke fasilitas kesehatan untuk memeriksakan diri,” kata Irawan.
Menurut dia, pemeriksaan kesehatan secara berkala penting dilakukan untuk mengetahui kondisi tubuh sekaligus mendeteksi potensi gangguan kesehatan sejak dini. Terlebih, tidak semua penyakit langsung menimbulkan gejala yang dirasakan dalam aktivitas sehari-hari.
Dalam kegiatan tersebut, para mitra pengemudi mendapatkan sejumlah layanan, mulai dari pengukuran tekanan darah, pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan gigi, hingga konsultasi dokter.
Pemeriksaan rekam jantung juga disediakan bagi peserta berusia 40 tahun ke atas yang memiliki riwayat tekanan darah tinggi. Sementara itu, mitra pengemudi perempuan memperoleh akses pemeriksaan HPV DNA untuk mendeteksi risiko kanker serviks atau kanker leher rahim.
Irawan berharap layanan tersebut dapat dimanfaatkan para pengemudi untuk memeriksa kondisi kesehatan di tengah padatnya aktivitas pekerjaan. Ia mengingatkan agar kesibukan mencari nafkah tidak menjadi alasan untuk terus menunda pemeriksaan.
“Pekerjaan mereka memang menuntut untuk terus bergerak dan berada di luar rumah. Karena itu, risiko kesehatannya perlu diperhatikan. Jangan sampai kesibukan bekerja membuat pemeriksaan kesehatan terus ditunda,” tuturnya.
Dari total kuota 500 peserta, sebanyak 400 dialokasikan untuk laki-laki dan 100 untuk perempuan. Peserta dibagi dalam dua hari, masing-masing dengan kuota 250 orang.
Pada hari pertama, sebanyak 215 pengemudi tercatat telah menjalani pemeriksaan. Peserta yang belum hadir diupayakan mengikuti layanan pada hari kedua.
Program ini merupakan hasil kerja sama Kementerian Kesehatan dan Gojek yang dilaksanakan di 17 kota di Indonesia. Balikpapan menjadi kota pertama di Kalimantan yang menyelenggarakan kegiatan tersebut dan kota ke-12 secara nasional.
Pelaksanaan pemeriksaan turut melibatkan tenaga kesehatan dari Puskesmas Sepinggan Baru, Puskesmas Graha Indah, Dinas Kesehatan, serta Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda). (yud)












