Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN — Memasuki dunia kerja tidak cukup hanya bermodal kemampuan akademik. Cara berkomunikasi, menjaga integritas, bertanggung jawab, hingga bersikap di ruang digital menjadi bagian dari kesiapan yang perlu dibangun sejak bangku kuliah.
Persoalan tersebut menjadi perhatian Astra Motor Kaltim 1 melalui program Astra Motor Campus Network (AMCN) yang menghadirkan kegiatan “Etika dan Profesionalisme di Dunia Kerja” di Universitas Balikpapan, Senin (21/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 10.00 WITA tersebut menghadirkan Finance and Administration Manager Astra Motor Kaltim 1, Aditya Triputra Perdana, sebagai pembicara.
Mahasiswa diajak memahami sejumlah situasi yang berpotensi mereka hadapi ketika memasuki lingkungan profesional. Materinya tidak hanya menyangkut pekerjaan, tetapi juga bagaimana membangun sikap yang dapat dipercaya di tengah lingkungan kerja.
Beberapa aspek yang dibahas meliputi integritas, tanggung jawab, disiplin, komunikasi profesional, etika menggunakan media sosial, hingga pemahaman mengenai konflik kepentingan.
Bagi mahasiswa yang sedang berada di masa transisi menuju dunia profesional, kemampuan tersebut menjadi bagian yang tidak selalu diperoleh melalui pembelajaran akademik di ruang kelas.
Region Head Astra Motor Kaltim 1, Thomas Pradu, mengatakan dunia kerja membutuhkan kombinasi antara kompetensi dan karakter.
“Melalui Astra Motor Campus Network, kami ingin memberikan bekal yang relevan kepada mahasiswa agar lebih siap menghadapi dunia kerja. Integritas, tanggung jawab, disiplin, serta kemampuan berkomunikasi secara profesional merupakan nilai-nilai penting yang perlu dibangun sejak masa perkuliahan. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan perspektif dan pengalaman yang bermanfaat bagi mahasiswa dalam mempersiapkan langkah mereka menuju masa depan,” ujar Thomas.
Menurut Thomas, salah satu hal yang perlu dipersiapkan mahasiswa adalah kemampuan membawa nilai-nilai yang dipelajari di kampus ke dalam situasi nyata di lingkungan profesional.
Misalnya, integritas tidak hanya berkaitan dengan menghindari pelanggaran, tetapi juga menyangkut konsistensi antara ucapan, tindakan, dan tanggung jawab yang diberikan.
Begitu pula dengan penggunaan media sosial. Aktivitas di ruang digital dapat menjadi bagian dari identitas seseorang sehingga mahasiswa perlu memahami batas antara ruang pribadi dan sikap profesional.
Selain pembekalan kepada mahasiswa, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mempertemukan perspektif dunia pendidikan dengan kebutuhan industri.
Thomas menilai kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri diperlukan untuk memperkecil jarak antara pembelajaran akademik dengan realitas yang akan dihadapi mahasiswa ketika mulai bekerja.
Melalui AMCN, Astra Motor Kaltim 1 berharap kontribusi terhadap mahasiswa tidak berhenti pada penambahan wawasan. Program tersebut juga diarahkan untuk mendorong terbentuknya karakter profesional yang dapat diterapkan di tempat kerja maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
Semangat “Bekal Nilai, Langkah Pasti Menuju Masa Depan” menjadi pesan yang dibawa dalam kegiatan tersebut. Sebab, ketika mahasiswa mulai memasuki dunia kerja, pengetahuan akademik menjadi salah satu modal, sementara cara bersikap dan mengambil keputusan ikut menentukan bagaimana mereka membangun kepercayaan di lingkungan profesional. (*)








