Lintasbalikpapan.com – Kemenangan dalam pertandingan sepak bola tidak selalu ditentukan oleh tim yang paling lama menguasai permainan. Terkadang, satu peluang pada detik-detik terakhir justru menjadi pembeda antara membawa pulang satu poin atau meraih kemenangan penuh. Hal tersebut dialami PSIM Yogyakarta ketika menjamu Dewa United pada pekan kesembilan Super League 2026/2027.
Bermain di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat (6/11/2026), Laskar Mataram harus menerima kekalahan 1-2 setelah gol Taisei Marukawa tercipta pada menit 90+4. Hasil ini menjadi pukulan bagi PSIM yang sebenarnya mampu bangkit setelah tertinggal lebih dahulu. Sebaliknya, Dewa United berhasil menunjukkan ketenangan dan efektivitas hingga pertandingan benar-benar berakhir.
Dewa United Manfaatkan Awal Pertandingan untuk Mencuri Keunggulan
Dewa United memperlihatkan pendekatan agresif sejak pertandingan dimulai. Tim berjuluk Banten Warriors tersebut tidak memberikan banyak ruang bagi PSIM untuk mengembangkan permainan. Kreativitas Alexis Messidoro dan pergerakan Noah Sadaoui menjadi bagian penting dalam membangun tekanan ke wilayah pertahanan tuan rumah. Strategi tersebut membuat PSIM harus bekerja ekstra untuk mengantisipasi serangan lawan.
Hasilnya terlihat ketika pertandingan memasuki menit ke-11. Dewa United mendapatkan hadiah penalti setelah wasit menilai terjadi pelanggaran di dalam kotak terlarang. Denilson yang di percaya menjadi eksekutor mampu menyelesaikan kesempatan tersebut dengan baik. Tendangannya menggetarkan gawang PSIM sekaligus mengubah kedudukan menjadi 1-0 untuk keunggulan tim tamu.
Tertinggal lebih awal membuat PSIM berusaha meningkatkan tempo permainan. Laskar Mataram mulai keluar dari tekanan dan mencoba membangun serangan untuk mencari gol penyeimbang. Meski demikian, sejumlah peluang yang dibangun belum mampu mengubah keadaan. Pertahanan Dewa United tampil cukup disiplin sehingga keunggulan 1-0 tetap bertahan sampai babak pertama selesai.
PSIM Bangkit, Ezequiel Vidal Berhasil Samakan Kedudukan
Memasuki babak kedua, pertandingan berlangsung semakin menarik. PSIM Yogyakarta menunjukkan perubahan pendekatan dengan lebih berani mengambil inisiatif serangan. Upaya tersebut mulai memberikan hasil ketika pertandingan berjalan 65 menit. Ezequiel Vidal berhasil memanfaatkan umpan matang Yusaku Yamadera untuk mencetak gol penyama kedudukan.
Gol tersebut mengubah skor menjadi 1-1 dan membuat pertandingan kembali terbuka. Dukungan dari suporter tuan rumah juga menjadi tambahan motivasi bagi PSIM untuk mengejar kemenangan. Di sisi lain, Dewa United tidak ingin kehilangan momentum setelah keunggulannya terhapus. Banten Warriors kembali meningkatkan tekanan dan berusaha menemukan celah di lini belakang lawan.
Kedua tim kemudian terlibat dalam jual beli serangan. PSIM berusaha memanfaatkan momentum kebangkitan, sedangkan Dewa United mencoba mengembalikan keunggulan melalui serangan yang lebih terorganisasi. Situasi ini membuat pertandingan semakin sulit diprediksi. Kedua kesebelasan sama-sama memiliki kepentingan untuk mengamankan hasil maksimal, tetapi belum ada peluang yang berhasil menghasilkan gol tambahan hingga waktu normal berakhir.
Taisei Marukawa Jadi Penentu Kemenangan pada Menit 90+4
Ketika pertandingan tampaknya akan berakhir dengan skor imbang, Dewa United justru menghadirkan kejutan pada masa tambahan waktu. Memasuki menit 90+4, Banten Warriors berhasil memanfaatkan kesempatan melalui skema serangan balik. Edo Febriansyah mengirimkan umpan matang yang kemudian disambut Taisei Marukawa.
Pemain asal Jepang tersebut mampu menuntaskan peluang dengan tenang dan mengubah skor menjadi 2-1. Gol itu sekaligus menjadi pukulan telak bagi PSIM yang hanya memiliki sedikit waktu untuk menyelamatkan pertandingan. Tuan rumah sempat berusaha meningkatkan tekanan setelah kembali tertinggal. Namun, waktu yang tersisa tidak cukup untuk menghasilkan gol penyeimbang. Hingga wasit meniup peluit panjang, kedudukan tetap bertahan 2-1 untuk kemenangan Dewa United.
Hasil ini memperlihatkan pentingnya menjaga konsentrasi hingga detik terakhir pertandingan. PSIM sebenarnya mampu bangkit dan menyamakan kedudukan, tetapi kehilangan fokus pada momen krusial membuat mereka gagal mengamankan poin di kandang sendiri.
Sementara itu, Dewa United patut mengapresiasi efektivitas serangannya. Keberhasilan mencetak gol pada awal pertandingan dan memaksimalkan peluang di masa injury time menjadi faktor penting di balik kemenangan dramatis tersebut. Kemenangan atas PSIM ini sekaligus menjadi modal berharga bagi Banten Warriors dalam melanjutkan persaingan di Super League 2026/2027.






