Listrik Bontang Bakal Makin Kuat, Gardu Raksasa Ini Ditargetkan Energize Oktober 2026

Lintasbalikpapan.com, BONTANG – Tinggal selangkah lagi. Setelah melewati proses pembangunan yang panjang, sebuah infrastruktur kelistrikan yang diproyeksikan memperkuat pasokan listrik Kota Bontang kini memasuki fase penentuan.

Gardu Induk (GI) 150 kV Bontang Lestari bersama Incomer 2 Phi SUTT 150 kV Bontang Lestari–PLTU Kaltim 2 (FTP 2 Bontang) sudah memasuki tahapan akhir pembangunan.

PT PLN (Persero) kini mulai menguji fungsi dan sistem melalui proses commissioning. Tahapan ini menjadi bagian penting sebelum gardu tersebut benar-benar dioperasikan.

Targetnya pun mulai terlihat. PLN merencanakan pengujian menuju energize pada Oktober 2026, dengan target pengoperasian GI Bontang Lestari pada akhir tahun.

Jika terealisasi, masyarakat Bontang akan mendapatkan tambahan kapasitas pasokan listrik sebesar 60 MVA.

Tambahan tersebut bukan angka kecil. Kapasitas eksisting di wilayah Teluk Pandan sekitar 90 MVA akan mendapatkan tambahan sehingga total kapasitas pasokan diproyeksikan mencapai sekitar 150 MVA.

Bagi Bontang yang dikenal sebagai salah satu kawasan industri penting di Kalimantan Timur, tambahan kapasitas listrik ini diharapkan menjadi salah satu penopang kebutuhan masyarakat sekaligus aktivitas industri yang terus berkembang.

Progres pembangunan tersebut disampaikan PLN dalam audiensi bersama Pemerintah Kota Bontang di Ruang Rapat Utama Kantor Wali Kota Bontang, Selasa (1/9).

Pertemuan tersebut dihadiri Wali Kota Bontang Dr. Neni Moerniaeni, S.E., M.M., jajaran pemerintah daerah dan sejumlah kepala dinas terkait, serta jajaran PLN Unit Pelaksana Pembangunan Kalimantan Bagian Timur 3 (UPP KLT 3) dan PLN Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT).

Di tengah tahapan akhir proyek, dukungan pemerintah daerah menjadi bagian penting agar proses pembangunan hingga pengoperasian dapat berjalan lancar.

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menegaskan dukungan Pemerintah Kota Bontang terhadap pembangunan GI 150 kV Bontang Lestari.

Menurutnya, kehadiran gardu induk tersebut diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung perkembangan kawasan industri di Kota Bontang.

“Pemerintah Kota Bontang sangat mendukung pembangunan Gardu Induk 150 kV Bontang Lestari ini. Kami berharap seluruh prosesnya dapat berjalan lancar hingga selesai dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung pengembangan kawasan industri di Kota Bontang,” ujar Neni.

Neni juga mengingatkan pentingnya komunikasi antara PLN dan pemerintah daerah. Menurutnya, koordinasi yang berjalan baik akan membantu mempercepat penyelesaian apabila terdapat persoalan yang perlu ditindaklanjuti di lapangan.

“Kami berharap koordinasi dan sosialisasi terus dilakukan, sehingga apabila terdapat hal-hal yang perlu ditindaklanjuti di lapangan dapat segera dikoordinasikan. Dengan komunikasi yang baik, kita bisa bersama-sama menjaga agar pembangunan ini berjalan sesuai ketentuan,” lanjutnya.

Manager PLN UPP KLT 3, Junaedi, mengatakan pembangunan GI Bontang Lestari kini benar-benar telah berada di penghujung proses pembangunan.

Namun, pekerjaan PLN belum selesai. Justru tahap pengujian menjadi bagian krusial untuk memastikan sistem siap sebelum menerima energi listrik.

“Pembangunan GI Bontang Lestari saat ini telah memasuki tahapan akhir. Kami terus menyelesaikan pekerjaan yang diperlukan sekaligus memastikan kesiapan sistem melalui proses pengujian dan commissioning. Untuk proses pengujian menuju energize, kami rencanakan pada Oktober 2026,” ujar Junaedi.

Junaedi menambahkan, seluruh tower pada jaringan transmisi terkait telah selesai dibangun.

PLN selanjutnya terus menyelesaikan tahapan yang masih berjalan sembari melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan berbagai stakeholder terkait.

“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan stakeholder terkait untuk menyelesaikan setiap tahapan yang masih berjalan. Harapannya, seluruh proses dapat berlangsung lancar sehingga target pengoperasian GI Bontang Lestari pada akhir tahun 2026 dapat tercapai,” tambah Junaedi.

Kehadiran GI Bontang Lestari nantinya akan memberikan tambahan kapasitas awal sebesar 60 MVA untuk memenuhi kebutuhan pasokan listrik masyarakat dan sektor industri, khususnya di wilayah Bontang Selatan dan Kelurahan Bontang Lestari.

Dengan kapasitas eksisting sekitar 90 MVA di wilayah Teluk Pandan, tambahan tersebut akan membuat kapasitas pasokan menjadi sekitar 150 MVA.

Harapannya, peningkatan kapasitas ini tidak hanya membuat pasokan listrik semakin kuat, tetapi juga meningkatkan keandalan dan kontinuitas listrik di wilayah Bontang.

Bagi dunia industri, pasokan listrik yang andal merupakan salah satu kebutuhan penting untuk menjaga keberlangsungan aktivitas operasional. Karena itu, pembangunan infrastruktur ini diharapkan ikut memberikan dukungan terhadap perkembangan kawasan industri dan roda perekonomian daerah.

Senior Manager Operasi Konstruksi 2 PLN UIP KLT, Wahyu Kurniawan, mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Bontang selama proses pembangunan berlangsung.

“Sinergi dengan pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan. Kami mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Bontang yang bersama-sama dengan PLN menjaga agar proses pembangunan dapat berjalan sesuai ketentuan dan target yang telah ditetapkan,” ungkap Wahyu.

Ia menegaskan PLN akan terus menjaga komunikasi dengan seluruh stakeholder hingga seluruh tahapan pembangunan selesai.

“Kami berharap kolaborasi yang telah terjalin dapat terus berjalan dengan baik hingga seluruh proses pembangunan selesai. Dengan dukungan dan koordinasi yang kuat, kami optimistis infrastruktur ini dapat segera dioperasikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat Bontang,” tambahnya.

Pembangunan GI 150 kV Bontang Lestari merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN). PLN bersama pemerintah daerah dan stakeholder terkait terus memastikan berbagai aspek pendukung pembangunan dapat diselesaikan sesuai ketentuan dan regulasi yang berlaku.

Kini, semua mata tertuju pada tahapan berikutnya.

Oktober 2026 menjadi momentum yang dinantikan, ketika PLN menargetkan pengujian menuju energize. Jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, akhir tahun 2026 GI Bontang Lestari ditargetkan mulai beroperasi.

Bagi masyarakat Bontang, gardu induk ini bukan sekadar bangunan dengan jaringan kabel dan menara transmisi. Di balik tambahan 60 MVA tersebut, ada harapan agar listrik semakin andal, aktivitas industri semakin kuat, dan roda ekonomi daerah terus bergerak.

Setelah pembangunan hampir tuntas, kini tinggal memastikan satu hal: seluruh sistem siap menyala dan membawa tambahan tenaga bagi Bontang. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *