Yamaha Dorong Siswa SMK Kaltimtara Siap Masuk Dunia Kerja Lewat SMK Incoming

Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Upaya meningkatkan keterampilan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) agar semakin siap memasuki dunia kerja terus dilakukan melalui kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri. PT Surya Timur Sakti Jatim (STSJ) selaku Main Dealer Yamaha Kaltimtara kembali menggelar rangkaian kegiatan SMK Incoming yang melibatkan sekolah-sekolah binaan di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

Service Manager Kaltimtara PT STSJ, Alian Noor, mengatakan kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga bagian dari pembinaan berkelanjutan bagi siswa SMK yang memiliki kompetensi keahlian di bidang teknik sepeda motor.

Rangkaian SMK Incoming meliputi seminar teknologi sepeda motor Yamaha, edukasi keselamatan berkendara atau safety riding, Servis Kunjung Yamaha (SKY), hingga SMK Technician Grand Prix yang menjadi ajang untuk menguji keterampilan teknis para siswa.

“Melalui seminar, kami mengenalkan perkembangan teknologi yang digunakan pada sepeda motor Yamaha. Ada juga edukasi safety riding dan Servis Kunjung Yamaha, sehingga siswa dapat langsung mempraktikkan kemampuan perawatan sepeda motor yang selama ini mereka pelajari,” ujar Alian, Kamis (27/8/2026).

Menurutnya, SMK Technician Grand Prix pada 2026 telah memasuki tahun keempat penyelenggaraan di tingkat regional. Kompetisi tersebut menjadi sarana untuk mengukur kemampuan siswa dalam memahami sekaligus mengaplikasikan materi yang diperoleh selama proses pembelajaran di sekolah.

Tahun ini, sebanyak 13 SMK binaan Yamaha di wilayah Kaltimtara berpartisipasi dalam kompetisi tersebut. Sementara itu, total sekolah yang telah menjalin kerja sama dengan Yamaha mencapai sekitar 22 sekolah.

“Yang aktif mengikuti kegiatan secara reguler tahun ini ada 13 sekolah. Kami juga tetap terbuka apabila ada SMK yang belum memiliki mitra industri dan ingin membangun kerja sama dengan Yamaha,” katanya.

Dalam kompetisi tersebut, Yamaha menetapkan tiga peserta terbaik. Para pemenang berhak membawa pulang piala bergilir, trofi, serta uang pembinaan.

Alian menjelaskan, kompetisi regional tersebut juga menjadi bagian dari tahapan pembinaan menuju SMK Technician Grand Prix tingkat nasional yang digelar setiap dua tahun. Kompetisi nasional terakhir berlangsung pada 2025 dan dijadwalkan kembali pada 2027.

Dengan demikian, kompetisi regional pada 2027 nantinya sekaligus menjadi salah satu tahapan untuk menentukan perwakilan Kaltimtara yang akan berlaga di tingkat nasional.

“Harapannya kegiatan ini mampu melahirkan siswa yang benar-benar kompeten di bidang teknik sepeda motor. Ketika lulus dari SMK, mereka sudah memiliki keterampilan, siap bekerja dan mampu bersaing di dunia industri,” ucapnya.

Selain menguji kemampuan teknis, kegiatan tersebut juga menjadi sarana memperkuat hubungan antara sekolah dan industri. Kompetisi dapat menjadi bahan evaluasi bagi Yamaha dan sekolah untuk melihat sejauh mana materi pembinaan yang diberikan telah dipahami dan diterapkan oleh siswa.

Kepala Jurusan Teknik Sepeda Motor SMKN 3 Bontang, Imam Zainal, menyambut positif keterlibatan industri dalam meningkatkan kompetensi siswa SMK. Menurutnya, pendidikan kejuruan memang harus memiliki keterkaitan erat dengan kebutuhan dunia kerja.

“Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini karena pembelajaran di SMK harus selaras dengan dunia industri. Melalui kompetisi, kami sebagai pengajar juga dapat mengukur sejauh mana kemampuan yang dimiliki siswa,” kata Imam.

Ia menilai keterampilan siswa jurusan teknik sepeda motor tidak hanya dapat digunakan untuk bekerja di bengkel atau dealer. Pengetahuan teknis, kedisiplinan, dan dasar-dasar mekanik yang diperoleh selama pendidikan juga dapat diterapkan pada berbagai sektor industri.

Peluang tersebut dinilai cukup besar di Kalimantan Timur yang memiliki sektor pertambangan dengan kebutuhan tenaga kerja teknis yang tinggi. Bahkan, sejumlah alumni jurusan teknik sepeda motor disebut telah bekerja di perusahaan pertambangan.

“Lulusan teknik sepeda motor tidak harus selalu bekerja di bengkel. Kemampuan teknis, kedisiplinan dan dasar-dasar mekanik yang mereka miliki dapat digunakan di berbagai bidang industri,” ujarnya.

Meski demikian, Imam berharap dukungan terhadap kegiatan peningkatan kompetensi berbasis industri dapat semakin diperluas. Pemerintah melalui instansi pendidikan dinilai perlu lebih aktif mendukung program yang mempertemukan siswa SMK dengan kebutuhan nyata dunia usaha dan dunia industri.

Menurutnya, kompetisi keterampilan yang digagas industri dapat menjadi ruang penting bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mendapatkan pengalaman menghadapi standar kompetensi yang dibutuhkan di lapangan.

“Harapan kami, kegiatan yang melibatkan industri seperti ini juga mendapatkan dukungan lebih luas. Jangan hanya berbicara mengenai SMK yang harus selaras dengan industri, tetapi perlu diwujudkan melalui kegiatan nyata yang memberikan ruang kepada siswa untuk menunjukkan kompetensinya,” tegasnya.

Kolaborasi antara sekolah, pemerintah, dan dunia industri menjadi salah satu kunci untuk memperkecil kesenjangan antara kompetensi lulusan SMK dengan kebutuhan tenaga kerja. Melalui pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, lulusan diharapkan tidak hanya mengantongi ijazah, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan ketika memasuki dunia kerja. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *