Kenaikan Tiket Persija Bikin Polemik, Bambang Pamungkas Buka Suara!!!

Lintasbalikpapan.com – Persija Jakarta tengah menghadapi polemik dengan pendukungnya menjelang pertandingan uji coba melawan Brisbane Roar di Jakarta International Stadium (JIS), Sabtu, 29 Agustus 2026. Perhatian utama datang dari harga tiket persija yang di nilai mengalami kenaikan di bandingkan musim sebelumnya.

The Jakmania bahkan menyampaikan sikap keberatan melalui akun resminya pada Kamis, 27 Agustus 2026. Kelompok suporter tersebut menyatakan kecewa dan memilih melakukan boikot terhadap pertandingan apabila harga tiket tidak di sesuaikan.

Situasi tersebut kemudian mendapat tanggapan langsung dari Direktur Olahraga Persija, Bambang Pamungkas. Pria yang akrab disapa Bepe itu menegaskan bahwa hubungan Persija dengan The Jakmania jauh lebih dalam daripada sekadar hubungan antara klub dan pembeli tiket.

Menurutnya, The Jakmania memiliki ikatan historis serta emosional yang sudah melekat dengan Persija dan identitas sepak bola Jakarta. Karena itu, anggapan bahwa klub hanya memandang suporter sebagai customer di nilai tidak tepat.

Bepe Jelaskan Harga Khusus untuk The Jakmania

Bambang Pamungkas juga meluruskan anggapan mengenai harga tiket pertandingan yang di sebut naik hingga 70 persen. Ia menjelaskan bahwa harga yang di umumkan ke publik bukan satu-satunya skema tiket yang tersedia.

Khusus pemegang Kartu Tanda Anggota (KTA) The Jakmania, Persija menyediakan harga tersendiri. Tiket tribune bawah di banderol Rp150 ribu, sedangkan tribune atas berada di angka Rp130 ribu. Sementara itu, harga tiket umum di mulai dari Rp250 ribu untuk kategori 1 tier 2. Harga paling tinggi mencapai Rp1,6 juta untuk kategori VIP Family 4.

Penjelasan tersebut menunjukkan bahwa terdapat alokasi tiket khusus bagi kelompok pendukung Persija. Dengan demikian, perbandingan harga sebaiknya tidak hanya menggunakan nominal tiket yang tercantum dalam pengumuman umum.

Kenapa Tiket Persija Mengalami Kenaikan?

Menurut Bepe, salah satu faktor yang membuat harga tiket meningkat adalah tingginya biaya menggelar pertandingan di Jakarta. Operasional pertandingan di ibu kota di sebut membutuhkan anggaran yang jauh lebih besar di bandingkan beberapa kota lainnya.

Ia menggambarkan biaya penyelenggaraan satu pertandingan kandang di Jakarta bahkan bisa setara dengan biaya menggelar beberapa laga kandang di kota lain.

Di sisi lain, meskipun The Jakmania menjadi kelompok penonton yang konsisten memenuhi stadion, kontribusi finansial dari penjualan tiket kepada kelompok tersebut disebut masih berada di kisaran 10 sampai 15 persen dari total pengeluaran pertandingan.

Persoalan ini sebenarnya bukan hanya tentang nominal tiket, tetapi juga bagaimana klub dan suporter menemukan titik temu. Bepe mengaku telah berkomunikasi dengan Ketua PP The Jakmania, Muhammad Aditya Putra. Ia pun menghormati keputusan The Jakmania terkait pertandingan kontra Brisbane Roar. Meski saat ini terdapat perbedaan pandangan, Bepe berharap hubungan Persija dan suporternya tetap terjaga.

Pada akhirnya, Persija dan The Jakmania memiliki sejarah panjang yang sulit dipisahkan. Perbedaan soal harga tiket diharapkan hanya menjadi persoalan sementara, sehingga kedua pihak dapat kembali bersatu memberikan dukungan untuk Persija.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *