Comeback Manchester City Bikin Atletico Terdiam, The Citizens Menang Telak 3-1

Lintasbalikpapan.comManchester City menunjukkan bahwa laga pramusim bukan sekadar pertandingan untuk menjaga kebugaran pemain. Menghadapi Atletico Madrid dalam agenda Asia Tour 2026, The Citizens justru mendapatkan ujian penting setelah sempat tertinggal lebih dulu.

Pertandingan yang berlangsung di Seoul, Korea Selatan, Minggu (9/8/2026), tersebut berakhir dengan kemenangan Manchester City 3-1. Hasil ini menjadi modal positif bagi pasukan Pep Guardiola untuk terus mematangkan permainan sebelum kompetisi musim baru benar-benar dimulai.

Menariknya, kemenangan tersebut tidak datang dengan mudah. Manchester City harus menemukan cara untuk membongkar permainan Atletico yang terkenal disiplin dan mampu memanfaatkan situasi bola mati.

Atletico Madrid Lebih Dulu Membuka Keunggulan

Man City sebenarnya tampil dengan keinginan mengontrol jalannya pertandingan. Namun, Atletico Madrid mampu memberikan perlawanan dan membuat pertahanan The Citizens bekerja keras.

Tekanan tersebut akhirnya membuahkan hasil menjelang turun minum. Berawal dari sepak pojok pada menit ke-43, situasi di depan gawang Man City berubah menjadi kemelut. Jorge Dominguez berada dalam posisi yang cukup bebas untuk menyambar bola.

Tanpa membuang kesempatan, Dominguez melepaskan tendangan yang melewati penjagaan Gigi Donnarumma. Atletico pun menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0.

Bagi Manchester City, kondisi tersebut menjadi ujian tersendiri. Mereka harus meningkatkan intensitas permainan jika ingin menghindari hasil mengecewakan dalam pertandingan pramusim.

Marmoush Mengubah Arah Pertandingan

Perubahan permainan Man City mulai terlihat setelah jeda. Serangan mereka menjadi lebih agresif, terutama ketika mencoba memanfaatkan ruang di sisi kiri.

Upaya tersebut menghasilkan gol penyama kedudukan pada menit ke-56. Antoine Semenyo memperlihatkan determinasi tinggi ketika berusaha mempertahankan bola agar tidak keluar lapangan. Setelah mengecoh lawan, ia mengirimkan umpan ke area berbahaya yang kemudian diselesaikan Omar Marmoush.

Gol tersebut membuat Manchester City kembali percaya diri. Tidak lama berselang, kombinasi Semenyo dan Marmoush kembali menghasilkan ancaman serius. Semenyo mengirim umpan yang mampu dimanfaatkan Marmoush untuk mencetak gol keduanya.

Ada perdebatan mengenai posisi Semenyo ketika menerima bola sebelum proses gol tersebut, tetapi keputusan akhir tetap membuat Man City berbalik unggul 2-1.

Dua gol Marmoush menjadi bukti bahwa ketajaman lini depan bisa menjadi salah satu modal penting City. Bukan hanya soal penyelesaian akhir, tetapi juga kemampuan pemain memanfaatkan momentum.

Ait-Nouri Mengunci Kemenangan untuk Manchester City

Manchester City akhirnya memastikan kemenangan ketika pertandingan mendekati menit ke-90. Rayan Ait-Nouri menerima umpan terobosan yang membuatnya berada dalam situasi satu lawan satu dengan penjaga gawang Atletico.

Kesempatan tersebut diselesaikan dengan tenang. Tendangan Ait-Nouri mengubah skor menjadi 3-1 sekaligus menutup comeback Manchester City.

Hasil ini memperlihatkan satu hal penting: Manchester City mampu merespons tekanan ketika pertandingan tidak berjalan sesuai rencana. Setelah sebelumnya bermain 1-1 melawan Inter Milan dan menang melalui adu penalti atas K-League All Stars, kemenangan atas Atletico menjadi perkembangan positif dalam rangkaian pramusim mereka.

Bagi Guardiola, pertandingan seperti ini tentu berguna untuk melihat respons tim terhadap situasi tertinggal. Sementara bagi pemain, laga tersebut menjadi kesempatan untuk membangun chemistry dan kepercayaan diri sebelum menghadapi persaingan musim baru yang jauh lebih serius.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *