Motor Jarang Dipakai Jangan Salah! 7 Komponen Ini Diam-Diam Bisa Rusak

Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Motor yang lebih sering terparkir di garasi bukan berarti bebas dari masalah. Justru ketika jarang digunakan, sejumlah komponen sepeda motor tetap dapat mengalami penurunan kondisi meski jarak tempuhnya masih rendah.

Kondisi tersebut masih kerap luput dari perhatian pemilik kendaraan. Banyak yang beranggapan motor belum perlu diservis selama belum mencapai jarak tempuh tertentu atau belum merasakan gangguan saat digunakan.

Padahal, waktu juga menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam perawatan kendaraan.

Melalui jaringan bengkel resmi AHASS, Astra Motor Kaltim 1 mengingatkan pemilik sepeda motor Honda agar tidak menjadikan jarak tempuh sebagai satu-satunya patokan melakukan servis berkala.

Menurut rekomendasi AHASS, servis berkala sebaiknya dilakukan setiap 2.000–4.000 kilometer atau setiap tiga bulan sekali, mana yang tercapai lebih dahulu.

Manager Technical Service Department Astra Motor Kaltim 1, Iqbal Safii, mengatakan kendaraan yang jarang digunakan tetap membutuhkan pemeriksaan secara berkala.

“Motor yang jarang digunakan tetap membutuhkan perawatan secara berkala. Ada beberapa komponen yang kondisinya dapat menurun meskipun kendaraan lebih banyak diam, seperti oli mesin, aki, karet dan seal, bahan bakar, hingga tekanan ban,” ujar Iqbal Safii.

Menurutnya, pemilik sebaiknya tidak menunggu muncul masalah baru membawa motor ke bengkel.

“Karena itu, jangan menunggu muncul masalah baru melakukan servis. Servis berkala di AHASS menjadi langkah penting untuk menjaga performa, keamanan, dan kenyamanan berkendara,” tambahnya.

Ada sejumlah komponen yang tetap perlu mendapat perhatian meski motor lebih banyak menghabiskan waktu di garasi.

Pertama, oli mesin tetap dapat mengalami penurunan kualitas. Seiring waktu, oli dapat mengalami oksidasi dan menyerap uap air. Kondisi tersebut dapat membuat kemampuan pelumas dalam melindungi komponen mesin menurun.

Kedua, aki tetap bisa kehilangan daya. Aki mengalami proses self-discharge meskipun kendaraan tidak digunakan. Jika terlalu lama dibiarkan, daya aki dapat menurun dan berpotensi membuat motor sulit dihidupkan.

Ketiga, komponen karet dan seal juga memiliki usia pakai. Seal dan O-ring dapat mengalami perubahan kondisi karena faktor usia, termasuk menjadi getas atau mengalami keretakan.

Keempat, kualitas bahan bakar dapat menurun. BBM yang terlalu lama tersimpan berpotensi mengalami penurunan kualitas dan membentuk endapan yang dapat mengganggu sistem bahan bakar.

Kelima, debu dan kelembapan tetap menjadi musuh kendaraan. Motor yang lama terparkir tetap terpapar kondisi lingkungan. Debu dan kelembapan dapat memengaruhi sejumlah komponen sekaligus meningkatkan risiko korosi.

Keenam, tekanan ban bisa berkurang meski motor tidak berjalan. Ban secara alami dapat kehilangan tekanan angin dari waktu ke waktu. Tekanan yang tidak sesuai dapat memengaruhi kenyamanan dan keamanan ketika motor kembali digunakan.

Ketujuh, sistem keselamatan tetap wajib diperiksa. Rem, lampu, suspensi, rantai, ban, hingga sistem kelistrikan perlu dipastikan dalam kondisi optimal sebelum sepeda motor kembali digunakan untuk beraktivitas.

Karena itu, motor yang jarang keluar dari garasi bukan berarti boleh dilupakan begitu saja.

Justru ketika kendaraan lebih banyak beristirahat, pemilik perlu memastikan komponen-komponen penting tetap berada dalam kondisi baik.

Astra Motor Kaltim 1 melalui jaringan AHASS pun mengingatkan konsumen untuk menjadikan servis berkala sebagai bagian dari kebiasaan merawat kendaraan, bukan hanya tindakan ketika motor sudah mengalami kerusakan.

Sebab, motor boleh jarang jalan, tetapi perawatannya jangan ikut berhenti. Dengan pemeriksaan rutin, potensi masalah dapat diketahui lebih awal sehingga performa, keamanan, dan kenyamanan sepeda motor tetap terjaga saat kembali digunakan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *