Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Kelangkaan Biosolar yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir memaksa para sopir truk ekspedisi memutar otak agar tetap bisa bertahan di jalan. Salah satu cara yang dilakukan yakni menyetok bahan bakar menggunakan jeriken besar sebelum berangkat menuju daerah tujuan.
Hal itu diungkapkan Amin Suradi, sopir truk ekspedisi rute Balikpapan-Berau. Ia mengaku harus mengumpulkan solar hingga ratusan liter terlebih dahulu sebelum berani memulai perjalanan jauh menuju Berau.
“Kalau belum terkumpul 500 liter, kami tidak berani jalan. Soalnya di sepanjang jalan solar juga susah didapat,” ujar Amin saat ditemui di sela antrean di SPBU KM 15 Balikpapan Utara, Jumat (8/5/2026).
Menurut Amin, kebutuhan BBM untuk perjalanan pulang-pergi Balikpapan-Berau mencapai sekitar 500 liter solar. Sementara, pembelian solar subsidi di SPBU dibatasi maksimal 120 liter setiap kali pengisian.
Kondisi itu membuat para sopir harus antre berkali-kali demi memenuhi kebutuhan perjalanan mereka. Solar yang berhasil didapat kemudian disimpan di dalam jeriken besar sebagai cadangan selama perjalanan.
“Kami harus antre berkali-kali untuk menyetok di jeriken besar. Sebab, sekali mengisi dibatasi 120 liter saja,” katanya.
Amin menuturkan, langkah tersebut bukan tanpa alasan. Kelangkaan Biosolar tidak hanya terjadi di Balikpapan, tetapi juga di sejumlah daerah yang dilintasi menuju Berau. Akibatnya, para sopir khawatir kehabisan bahan bakar di tengah perjalanan.
Sebelumnya, antrean panjang truk sempat terjadi di SPBU KM 13 dan KM 15 Balikpapan Utara. Bahkan, para sopir mengaku harus menunggu hingga dua hari untuk mendapatkan jatah solar subsidi.
Namun setelah aksi demonstrasi sopir truk beberapa hari lalu, Pertamina menambah kuota Biosolar di dua SPBU tersebut dan mulai mengoperasikan layanan selama 24 jam. Kondisi antrean kini diakui mulai berangsur membaik meski belum sepenuhnya terurai.
Meski demikian, Amin berharap pemerintah dan Pertamina dapat menambah jumlah SPBU yang melayani Biosolar subsidi agar sopir tidak lagi bergantung pada dua titik SPBU di Balikpapan Utara.
“Karena cuma dua SPBU, makanya antrean tetap panjang. Kami berharap ada tambahan SPBU lain yang menjual solar subsidi agar antrean bisa semakin terurai,” pungkasnya. (yud)












