Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN — Ramadan tahun ini menjadi momentum kebangkitan ekonomi berbasis komunitas di Kecamatan Balikpapan Utara. Beragam inisiatif masyarakat, mulai dari pertanian, pengolahan pangan, hingga ekonomi kreatif ramah lingkungan, menunjukkan geliat kemandirian yang terus tumbuh di tingkat kelurahan.
Camat Balikpapan Utara, Umar Hadi, menegaskan bahwa pihaknya mendorong penguatan ekonomi lokal agar masyarakat tidak hanya bergantung pada sektor perdagangan musiman. Meski pasar Ramadan tetap difasilitasi, perhatian juga diarahkan pada sektor produktif yang berkelanjutan.
Di kawasan Batu Ampar, kebun melon “Sumber Berkah” telah berhasil melakukan panen dan berkembang menjadi wisata edukasi berbasis pertanian. Keberadaan kebun tersebut tak hanya memberi nilai ekonomi, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi masyarakat dan pelajar tentang budidaya hortikultura.
Sementara itu, di Karang Joang KM 21, Kelompok Wanita Tani setempat mengembangkan budidaya buah naga serta memproduksi tepung singkong (mocaf) sebagai produk olahan bernilai tambah. Inisiatif ini memperkuat peran perempuan dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga.
Tak kalah menarik, potensi ekonomi kreatif juga tumbuh di wilayah KM 15. Usaha ecoprint dengan pewarna alami berbahan dasar kayu ulin berkembang sebagai produk ramah lingkungan yang memiliki nilai jual tinggi. Inovasi tersebut menjadi bukti bahwa kreativitas masyarakat mampu melahirkan produk unggulan berbasis kearifan lokal.
Selain sektor pertanian dan kreatif, destinasi wisata alam Tirta Wahana turut diluncurkan sebagai ikon baru wisata berbasis komunitas di Balikpapan Utara. Kehadiran berbagai potensi ini menjadi indikator tumbuhnya ekosistem ekonomi lokal yang semakin beragam dan mandiri.
Umar Hadi menilai, kolaborasi antara pemerintah kecamatan, kelurahan, kelompok tani, serta pelaku usaha menjadi kunci keberhasilan penguatan ekonomi masyarakat. Ke depan, pihaknya akan terus mendorong sinergi agar Balikpapan Utara berkembang sebagai wilayah produktif yang tidak hanya ramai saat Ramadan, tetapi berkelanjutan sepanjang tahun. (yud)






