Harga Pangan Mulai Jinak, Inflasi Balikpapan dan PPU Kini Makin Terkendali

Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Kabar baik datang untuk masyarakat Balikpapan dan Penajam Paser Utara (PPU). Setelah sempat mengalami tekanan harga selama momentum Ramadan dan Idulfitri, inflasi di dua daerah tersebut kini mulai melandai.

Data terbaru Indeks Harga Konsumen (IHK) April 2026 menunjukkan perubahan harga di Balikpapan dan PPU semakin terkendali. Kondisi ini ditopang oleh normalnya kembali permintaan masyarakat pasca Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), stabilnya stok pangan strategis, hingga sinergi pengendalian inflasi yang terus diperkuat oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Bahkan, secara tahunan inflasi Balikpapan dan PPU tercatat lebih rendah dibanding nasional maupun rata-rata empat kota di Kalimantan Timur.

Balikpapan mengalami deflasi sebesar 0,05 persen (month to month), sedangkan PPU masih mencatat inflasi 0,33 persen, namun jauh lebih rendah dibanding bulan sebelumnya yang mencapai 1,09 persen.

Secara tahunan, inflasi Balikpapan berada di angka 2,19 persen (year on year), sementara PPU sebesar 2,10 persen. Angka ini lebih rendah dibanding inflasi nasional 2,42 persen maupun inflasi gabungan empat kota di Kalimantan Timur sebesar 2,50 persen.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan pun optimistis inflasi daerah akan tetap berada dalam target nasional 2026 sebesar 2,5 persen ±1 persen.

Di Balikpapan, turunnya harga paling terasa pada kelompok makanan dan minuman. Sejumlah komoditas seperti daging ayam ras, ikan layang, cabai rawit, hingga LPG rumah tangga mengalami penurunan harga.

Melimpahnya pasokan ayam dari Jawa dan Balikpapan, meningkatnya hasil tangkapan nelayan, serta masuknya masa panen di sentra produksi Jawa dan Sulawesi menjadi faktor utama yang membuat harga lebih stabil.

Namun, di sisi lain, kelompok transportasi justru menjadi penyumbang inflasi terbesar. Kenaikan tarif penerbangan akibat penyesuaian harga avtur ikut memengaruhi harga di Balikpapan.

Selain itu, beberapa komoditas seperti semangka, tomat, kangkung, dan minyak goreng masih mengalami kenaikan harga akibat cuaca hujan yang memengaruhi produksi serta keterlambatan distribusi dari Jawa.

Sementara di Kabupaten PPU, inflasi terutama dipicu naiknya harga tomat, semangka, bawang merah, bakso siap santap, dan minyak goreng.

Curah hujan tinggi membuat produksi pertanian terganggu sehingga pasokan terbatas dan harga naik. Di saat yang sama, meningkatnya harga daging sapi menjelang Iduladha turut mendorong kenaikan harga bakso siap santap.

Meski begitu, sejumlah komoditas juga mulai melandai, seperti cabai rawit, ikan tongkol, terong, hingga kacang panjang. Kondisi cuaca yang membaik membantu hasil tangkapan nelayan meningkat dan pasokan lebih stabil.

Ke depan, tantangan inflasi masih membayangi. Musim kemarau yang diprediksi mulai masuk pertengahan 2026 berpotensi memengaruhi produksi pertanian, baik di Kalimantan maupun Pulau Jawa sebagai daerah pemasok utama pangan.

Selain itu, meningkatnya kebutuhan pangan seiring percepatan operasional program pemerintah juga diperkirakan akan memberi tekanan terhadap permintaan komoditas pangan.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Bank Indonesia bersama TPID Balikpapan, PPU, dan Paser terus memperkuat berbagai langkah pengendalian inflasi.

Berbagai upaya telah dilakukan sepanjang April 2026, mulai dari operasi pasar, pasar murah, distribusi beras SPHP dan MinyaKita, gerakan menanam cabai, jagung, dan padi, hingga penyebaran ribuan bibit tanaman pangan di Balikpapan.

Tak hanya itu, koordinasi intensif dengan pengepul ikan di wilayah PPU juga dilakukan untuk menjaga harga ikan laut tetap terkendali.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi, menegaskan bahwa penguatan sinergi antarinstansi akan terus dilakukan guna menjaga inflasi tetap stabil.

Karena pada akhirnya, inflasi yang terkendali bukan sekadar angka statistik—tetapi soal menjaga daya beli dan ketenangan masyarakat di tengah dinamika ekonomi yang terus bergerak. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *