Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – DPRD Kota Balikpapan menyoroti efektivitas penggunaan anggaran dalam program penataan Pasar Pandansari yang hingga kini dinilai belum menunjukkan hasil nyata. Meski dana miliaran rupiah telah digelontorkan melalui APBD, kondisi pasar disebut masih jauh dari harapan.
Anggota Komisi II DPRD Balikpapan, Taufik Qul Rahman, mempertanyakan kejelasan pemanfaatan anggaran yang telah dialokasikan untuk penataan pasar tersebut. Ia menilai berbagai program yang dijalankan belum memberikan dampak signifikan bagi pedagang maupun masyarakat.
“Anggaran sudah ada, bahkan miliaran rupiah. Tapi hasilnya tidak terlihat jelas di lapangan. Ini yang menjadi pertanyaan bagi kami,” ujar Taufik, Senin (27/4/2026).
Menurut Taufik, persoalan utama tidak lagi terletak pada perencanaan, melainkan pada pelaksanaan program yang dinilai tidak maksimal. Ia menyebut, berbagai rencana dan kajian yang telah disusun seharusnya sudah bisa diwujudkan dalam bentuk penataan yang konkret.
Dia juga mengungkapkan bahwa pembahasan terkait Pasar Pandansari telah berulang kali dilakukan bersama Dinas Perdagangan, termasuk melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP). Namun, realisasi di lapangan dinilai masih belum sebanding dengan anggaran yang telah dikeluarkan.
“Sudah sering dibahas, sudah berkali-kali juga anggaran dialokasikan. Tapi kalau hasilnya seperti ini, tentu perlu ada evaluasi menyeluruh,” tegasnya.
Lebih lanjut, Taufik menilai penggunaan anggaran yang tidak efektif berpotensi merugikan masyarakat, terutama para pedagang yang menggantungkan aktivitas ekonominya di pasar tersebut. Kondisi pasar yang belum tertata dinilai berdampak pada menurunnya kenyamanan dan daya tarik bagi pembeli.
“Kalau penataan tidak optimal, pedagang tidak nyaman, pembeli juga enggan datang. Ini jelas berpengaruh pada perputaran ekonomi,” jelasnya.
Ia pun mendorong pemerintah daerah, khususnya Dinas Perdagangan, untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program yang telah berjalan, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan. Hal ini penting agar anggaran yang telah dialokasikan benar-benar memberikan manfaat nyata.
DPRD Balikpapan, lanjutnya, akan terus mengawal persoalan ini agar ke depan penggunaan anggaran lebih tepat sasaran dan mampu mendorong penataan Pasar Pandansari secara optimal.
“Ke depan harus ada perubahan. Anggaran yang besar harus diikuti dengan hasil yang nyata, bukan sekadar program tanpa dampak,” pungkasnya. (yud/ADV/DPRD Balikpapan)












