Lintasbalikpapan.com – Malut United harus menelan pil pahit setelah kalah 0-2 dari Persebaya Surabaya dalam lanjutan pekan ke-29 BRI Super League 2025/2026. Bermain di kandang sendiri, Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, tim berjuluk Laskar Kie Raha justru gagal memanfaatkan keuntungan sebagai tuan rumah.
Kekalahan ini bukan sekadar hasil buruk biasa. Ini menjadi laga kelima berturut-turut tanpa kemenangan bagi Malut United. Sebuah catatan yang tentu memunculkan tanda tanya besar, mengingat sebelumnya mereka sempat tampil konsisten di papan atas klasemen.
Jalannya Pertandingan Malut United vs Persebaya Surabaya
Di babak pertama, Malut United sebenarnya tampil cukup menjanjikan. Mereka lebih aktif menyerang dan mampu menciptakan beberapa peluang berbahaya. Sayangnya, dominasi tersebut tidak diiringi dengan penyelesaian akhir yang efektif. Sementara itu, Persebaya justru bermain lebih sabar dan menunggu momentum.
Perbedaan kualitas terlihat jelas setelah jeda turun minum. Persebaya tampil lebih klinis dan mampu memanfaatkan peluang dengan sangat baik. Gol pertama tercipta pada menit ke-73 melalui aksi Milos Raickovic yang memecah kebuntuan.
Alih-alih bangkit, Malut United justru semakin tertekan. Persebaya memanfaatkan celah di lini pertahanan tuan rumah dan menambah keunggulan di masa injury time lewat Francisco Rivera. Skor 2-0 pun menutup pertandingan dengan kekecewaan bagi publik Ternate.
Pelatih Malut United, Hendri Susilo, menegaskan bahwa timnya tidak sepenuhnya kalah dalam hal permainan. Namun, satu hal yang menjadi masalah utama adalah ketidakmampuan mengonversi peluang menjadi gol.
Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan Malut United bukan pada strategi atau dominasi permainan, melainkan pada efektivitas di depan gawang. Dalam sepak bola modern, efisiensi seringkali lebih menentukan dibanding jumlah peluang.
Tekanan Mental dan Harapan Bangkit di Laga Berikutnya
Rentetan hasil negatif jelas berdampak pada mental pemain. Hal ini diakui langsung oleh Wbeymar Angulo yang menyebut timnya sedang berada dalam situasi sulit. Tidak hanya pemain, tekanan juga dirasakan oleh suporter yang mulai kehilangan kesabaran.
Meski begitu, peluang untuk bangkit masih terbuka lebar. Malut United saat ini masih bertahan di peringkat kelima klasemen dengan 46 poin. Posisi ini sebenarnya masih cukup aman untuk tetap bersaing di papan atas, asalkan mereka segera menemukan kembali performa terbaiknya.
Laga berikutnya melawan PSBS Biak menjadi momen krusial. Pertandingan ini bukan sekadar soal tiga poin, tetapi juga menjadi ujian mental bagi skuad Malut United. Kemenangan akan menjadi titik balik yang sangat penting untuk mengakhiri tren buruk.
Jika mampu memperbaiki penyelesaian akhir dan menjaga fokus sepanjang pertandingan, Malut United memiliki peluang besar untuk kembali ke jalur kemenangan. Pengalaman keluar dari masa sulit sebelumnya juga bisa menjadi modal berharga.
Kini, yang dibutuhkan adalah konsistensi, kerja sama tim, dan kepercayaan diri. Tanpa itu, tren negatif bisa semakin panjang dan berpotensi menggagalkan ambisi mereka musim ini.






