Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Memasuki bulan suci Ramadan 2026, aktivitas rumah tangga warga di Balikpapan mengalami peningkatan signifikan, terutama di dapur. Persiapan sahur dan berbuka puasa membuat intensitas memasak bertambah dibanding hari biasa.
Kondisi ini mendapat perhatian Anggota DPRD Kota Balikpapan, Syarifuddin Oddang. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak lengah terhadap potensi kebakaran yang bisa terjadi akibat meningkatnya aktivitas memasak selama Ramadan.
Menurutnya, kelelahan setelah berpuasa seharian maupun tergesa-gesa menyiapkan santapan sahur kerap membuat warga kurang teliti. Padahal, hal kecil seperti lupa mematikan kompor atau tidak menyadari kebocoran gas bisa berakibat fatal.
“Ketika kita berpuasa, terutama saat berada di dapur, sebelum meninggalkan ruangan harus benar-benar diperiksa dengan baik. Pastikan kompor sudah dimatikan dan tidak ada api yang masih menyala,” ujar Oddang Rabu (18/2/2026).
Oddang menuturkan, mayoritas warga menggunakan gas LPG untuk kebutuhan memasak. Karena itu, ia menekankan pentingnya melakukan pengecekan rutin terhadap tabung gas, selang, dan regulator guna mencegah kebocoran.
Selain itu, penggunaan peralatan elektronik seperti rice cooker, oven, dan dispenser yang meningkat selama Ramadan juga perlu diimbangi dengan pengecekan instalasi listrik agar tetap dalam kondisi aman.
Ia menambahkan, kewaspadaan tidak hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi juga lingkungan sekitar. Budaya saling mengingatkan antarwarga dinilai dapat menjadi langkah awal pencegahan musibah.
“Ramadan adalah bulan penuh berkah. Jangan sampai kelalaian kecil justru menimbulkan musibah yang merugikan kita semua,” tutupnya. (yud/ADV/DPRD Balikpapan)






