Truk Kontainer Terguling di Projakal, DPRD Desak Evaluasi Total Pengawasan Kendaraan Berat

Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Insiden tergulingnya truk kontainer di tanjakan Jalan Projakal, kawasan Blambangan RT 62, Kelurahan Batu Ampar, kembali menegaskan bahwa keselamatan pengguna jalan di Balikpapan Utara masih menghadapi ancaman serius.

Kecelakaan tunggal yang terjadi pada Senin (1/12/2025) tersebut memicu kemacetan panjang serta membuat warga sekitar panik akibat truk gandeng bermuatan berat itu tidak mampu menanjak dan akhirnya mundur sebelum terguling.

Anggota DPRD Balikpapan dari Dapil Balikpapan Utara, Syarifuddin Oddang, menyebut kejadian ini sebagai alarm keras bagi pemerintah daerah untuk segera membenahi sistem pengawasan kendaraan bertonase besar.

Menurutnya, peristiwa serupa bukan kali pertama terjadi dan telah menjadi pola tahunan yang belum mendapatkan penanganan serius.

“Ini bukan kejadian pertama. Warga sudah sering melihat kendaraan besar tidak kuat menanjak lalu mundur bahkan terguling. Artinya, pengawasan kita belum efektif dan harus ada tindakan yang benar-benar konsisten,” tegas Oddang.

Ia menilai Pemerintah Kota melalui Dinas Perhubungan (Dishub) harus lebih tegas dalam mengatur pergerakan kendaraan berat, terutama pada jam-jam yang sudah ditetapkan sebagai larangan melintas.

Pembiaran terhadap pelanggaran, katanya, tidak hanya membahayakan pengguna jalan lain, tetapi juga merusak citra Balikpapan sebagai kota yang menempatkan keselamatan publik sebagai prioritas.

Oddang juga menyoroti masih banyaknya truk besar yang beroperasi dengan uji KIR kedaluwarsa, yang menurutnya menjadi salah satu pemicu rentetan potensi kecelakaan. Ia mendesak Dishub melakukan pemeriksaan dokumen kelayakan secara ketat dan rutin.

“Tronton, peti kemas, hingga truk gandeng banyak yang masa uji KIR-nya lewat. Ini sangat berbahaya. Penertiban harus segera dilakukan agar tragedi seperti ini tidak terus berulang,” ujarnya.

Oddang menegaskan bahwa keselamatan publik harus ditempatkan di atas kepentingan bisnis dan efisiensi distribusi barang. Evaluasi total terhadap regulasi dan pengawasan kendaraan berat menjadi langkah mendesak agar Balikpapan tidak lagi menjadi lokasi kejadian serupa yang dapat mengancam nyawa. (yud/ADV/DPRD Balikpapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *