Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Aspakusa Makmur Boyolali terus meningkatkan pasar dari hasil pertanian ke beberapa retail dan pasar yang ada di sekitar Jawa Tengah dan Jawa Timur. Namun mitra binaan Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Solo ini siap melakukan penyuplaian hasil pertanian ke Kalimantan.
Ningsih, Manajer Pemasaran Aspakusa Makmur Boyolali ini mengakui belum lama ini telah didatangi oleh pelaku supplier untuk mengirimkan hasil pertanian ke Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.
“Ya, kapan itu ada orang datang kesini tanya-tanya hasil produksi pertanian. Dia bilang mau dikirim ke IKN, jadi dipasarkan disana,” katanya dalam kunjungan media ke Aspakusa Makmur pada Senin (8/9/2025).
Ningsih melanjutkan, saat itu pelaku supplier melakukan peninjauan produksi hasil pertanian di Aspakusa Makmur. Kemudian menawarkan untuk mengirimkan hasil pertanian ke IKN sesuai kebutuhan yang belum banyak masuk.
“Saat itu dia mintanya sayuran yang keras yang mau dikirim kesana. Seperti wortel, dan labu siam. Tentu jika itu jadi, kami harus menyiapkan hasil produksi yang diminta,” ungkapnya.
Ditanya apakah siap membuka pasar ke Kalimantan khususnya di IKN, Ningsih menjawab selama itu diberi kesempatan pihaknya tentu tidak akan mengecewakan. Hanya saja sampai saat ini belum ada kabar kepastian dari hasil pertemuan tersebut.
“Kalau kami tentu siap jika dikasih kesempatan. Cuma sampai sekarang ini belum ada konfirmasi lebih lanjut apa jadi kerjasamanya atau tidak. Tapi tentu kami siap dengan hasil produksi kami,” tuturnya.
Dilain sisi, Pengelola Aspakusa Makmur Boyolali, Dwi Lestari Pujiastuti mengatakan hasil produksi pihaknya terbilang unggul dibanding lainnya. Mulai dari packaging hingga menjaga sayuran agar tetap segar.
Selain itu, Aspakusa Makmur Boyolali menerapkan teknologi Plasma Ozone. Sehingga, sayur yang dikirim ke ritel modern bisa bertahan lebih lama dan higienis. Bahkan sayuran pun disortir terlebih dahulu untuk menyesuaikan kualitasnya sebelum hasil panen tersebut dijual.
Puji menyebut terdapat beberapa Grading atau Pemilahan terhadap hasil panen para petani, mulai dari Grade A, B, C dan D.
Adapun pada Grade A merupakan kualitas premium yang akan disalurkan ke ritel modern, sedangkan pada Grade B akan dijual keliling, Grade C akan digunakan untuk pakan ternak serta Grade D sebagai kompos.
“Supaya mendapatkan sayuran yang sesuai dengan kualitasnya, sehingga diterapkan grading,” pungkasnya.
Penulis : Riyadi












