Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Pertumbuhan transaksi nontunai di wilayah kerja Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Cabang Balikpapan menunjukkan peningkatan yang signifikan, terutama melalui Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS). Fenomena ini dianggap sebagai katalisator utama dalam mendukung perkembangan ekonomi digital di Balikpapan dan sekitarnya.
Menurut Kepala KPw BI Balikpapan, Robi Ariadi, penggunaan QRIS telah melampaui target yang ditetapkan. Pada tahun 2024, target awal sebanyak 10,5 juta transaksi telah terlampaui dengan realisasi lebih dari 16 juta transaksi hingga Oktober.
Capaian ini didominasi oleh sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), terutama pada transaksi makanan dan minuman.
“Balikpapan menjadi salah satu kota dengan volume transaksi QRIS tertinggi di Kalimantan, masuk dalam tiga besar. Ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin nyaman menggunakan pembayaran digital,” ujar Robi belum lama ini.
Pada tahun 2023, wilayah kerja KPw BI Balikpapan mencatat 9,3 juta transaksi dengan total nilai mencapai Rp 1,46 triliun. Wilayah ini juga berkontribusi sebesar 47,22 persen dari total transaksi QRIS di Kalimantan Timur dan memiliki 43,11 persen dari jumlah pengguna QRIS di provinsi tersebut.
Peningkatan ini tak hanya mendukung inklusi keuangan, tetapi juga memperkuat daya saing pelaku UMKM di era digital. Balikpapan, yang menjadi episentrum transaksi di wilayah kerja BI, terus menunjukkan potensinya sebagai pusat ekonomi berbasis digital di Kalimantan Timur. (Djo)






