Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, menyoroti maraknya kendaraan besar, khususnya truk tronton bermuatan berat, yang kerap parkir di bahu Jalan di Kariangau Kilometer 13. Kebiasaan tersebut dinilai menjadi salah satu penyebab utama kerusakan dan amblasnya badan jalan di kawasan tersebut.
Rahmad menjelaskan, Jalan Kariangau merupakan salah satu jalur vital yang menghubungkan Pelabuhan Kariangau dengan kawasan industri, pergudangan, dan sejumlah proyek strategis di Balikpapan.
Meski jalur tersebut berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), lanjut Rahmad bahwa Pemkot Balikpapan tetap merasa bertanggung jawab untuk menyampaikan aspirasi dan keluhan masyarakat kepada pihak provinsi.
“Jalan ini masuk kewenangan Pemerintah Provinsi Kaltim. Paling tidak, kami di pemerintah daerah akan menyampaikan masalah ini. Kami juga mengingatkan para pelaku transportasi, khususnya truk-truk besar, untuk mematuhi prosedur, termasuk soal parkir,” ujar Rahmad, Rabu (13/8/2025).
Ia menegaskan bahwa parkir sembarangan di bahu jalan, apalagi hingga bermalam dengan muatan penuh, dapat memberikan tekanan berlebih pada lapisan jalan dan berpotensi merusak struktur pondasi.
“Kesadaran ini yang perlu kita tanamkan. Kami tidak menyalahkan, tapi mengingatkan. Hak Anda dipenuhi, tapi kewajiban juga harus dijalankan,” tegasnya.
Rahmad juga mengungkapkan bahwa kerusakan di ruas Jalan Kariangau tidak hanya mengganggu kelancaran arus lalu lintas, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan.
“Kalau jalan amblas, apalagi di jalur yang dilalui kendaraan berat setiap hari, risiko kecelakaan akan meningkat. Ini yang ingin kita cegah,” tambahnya.
Rahmad berjanji bahwa pihaknya siap menjadi jembatan antara masyarakat dan Pemerintah Provinsi Kaltim untuk mendorong percepatan perbaikan jalan. Ia juga meminta aparat terkait, termasuk Dinas Perhubungan (Dishub), untuk melakukan pengawasan lebih ketat dan memberikan sosialisasi kepada para sopir truk terkait aturan parkir.
“Ini bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga soal disiplin bersama. Kalau kita semua patuh, jalan akan lebih awet dan keselamatan terjaga,” pungkasnya. (yud/ADV/Diskominfo Balikpapan)






