Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus berkomitmen menuntaskan persoalan banjir yang kerap melanda wilayahnya, terutama saat musim penghujan. Salah satu langkah strategis yang tengah diupayakan adalah pembangunan Bendungan Pengendali Banjir (Bendali) Ampal Hulu.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Balikpapan, Rita, menjelaskan bahwa proyek Bendali Ampal Hulu diyakini mampu secara signifikan mereduksi potensi banjir, khususnya yang mengalir ke kawasan hilir Sungai Ampal.
“Pembangunan Bendali Ampal Hulu saat ini masih dalam tahap pengajuan bantuan keuangan ke pemerintah pusat dan pemerintah provinsi. Karena secara kemampuan fiskal, Pemkot Balikpapan belum mampu membiayai proyek sebesar ini. Mudah-mudahan bisa terealisasi,” ujar Rita kepada wartawan, Kamis (3/7/2025)
Dia menyebutkan bahwa untuk pembangunan bendungan ini akan menelan anggaran sekitar Rp140 miliar. Bila proyek tersebut berhasil direalisasikan, maka pengurangan banjir diperkirakan dapat mencapai 50 hingga 60 persen.
“Kalau Bendali Ampal Hulu ini terbangun, kita bisa mereduksi cukup besar limpasan air ke Sungai Ampal. Salah satu contohnya, di wilayah Gunung Samarinda, genangan yang dulu surutnya lambat sekarang bisa lebih cepat turun. Artinya, efektivitas pengendalian banjir mulai terlihat,” kata Rita.
Ia juga menambahkan bahwa saat ini baseline atau jumlah titik banjir di Balikpapan tercatat sebanyak 64 titik. Dari jumlah tersebut, 40 titik telah ditangani, dan tersisa 24 titik yang ditargetkan bisa diselesaikan pada tahun 2025. Namun, seiring perkembangan wilayah dan pembangunan, muncul pula titik-titik banjir baru yang turut menjadi perhatian pemerintah.
“Masalahnya, ada juga titik-titik baru akibat alih fungsi lahan dan pembangunan yang belum terkendali, jadi ini yang juga kami evaluasi terus,” jelasnya.
Pemkot Balikpapan berharap pembangunan Bendali Ampal Hulu dapat segera direalisasikan, mengingat manfaat besarnya dalam menanggulangi banjir yang menjadi momok warga selama ini. (yud/ADV/Diskominfo Balikpapan)









