Dewan Usulkan Fokus Mata Pelajaran Bahasa Indonesia dan Budi Pekerti Daripada Bahasa Inggris

Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) berencana akan mengembalikan mata pelajaran Bahas Inggris pada kurikulum merdeka belajar bagi murid jenjang Sekolah Dasar (SD).

“Mata pelajaran bahasa Inggris tidak begitu penting untuk murid sekolah dasar. Yang penting adalah mata pelajaran bahasa Indonesia, sebab kita warga negara Indonesia,” kata Anggota Komisi IV DPRD Balikpapan Parlindungan Sihotang kepada wartawan, Kamis (27/6/2024).

Menurutnya secara pribadi, seharusnya mata pelajaran Bahasa Indonesia atau Bahasa Daerah yang seharusnya bisa lebih di perkenalkan dan diajarkan dengan lebih baik kepada siswa-siswi di sekolah dasar.

“Kalau saya pribadi, dimulai dengan semangat Nasionalisme saya, justru pelajaran bahasa Indonesia yang lebih di pentingkan. Dan mata pelajaran bahasa daerah diajarkan dimana anak-anak tersebut bersekolah,” kata pria yang akrab disapa Parlindungan.

“Contoh, misalnya anak didiknya sekolah di Balikpapan, maka diperkenalkan bahasa daerah Balikpapan, misalnya Bahasa Paser atau Bahasa Kutai,” tuturnya.

Dia menyampaikan, bahwa seharusnya mata pelajaran bahasa Indonesia bisa diajarkan lebih baik lagi, seperti pelajaran jauh sebelumnya. Dimana para murid diajarkan pelajaran ejaan yang disempurnakan.

“Coba lihat di media sosial, ada anak yang berbicara dengan bahasa indonesia yang sempurna. Tapi bagi kita itu suatu hal yang aneh, padahal itu yang seharusnya bisa kita tiru,” akunya.

Ia menambahkan, banyak mata pelajaran yang seharusnya baik diberikan bagi anak didik, namun pelajaran tersebut malah tidak diberikan di sekolah. Bahkan pelajaran yang dulunya ada dan bagus untuk anak didik, malah di hilangkan.

“Mata pelajaran yang seharusnya bisa terus diajarkan untuk anak didik baik SD dan SMP yakni pelajaran Bahasa Indonesia, Budi Pekerti, Bahasa Daerah dan Sejarah itu yang saya tekankan harus ada dalam kurikulum pendidikan anak-anak sekarang,” tutupnya.

Untuk diketahui, mata pelajaran bahasa Inggris sudah mulai diajarkan di tingkat sekolah dasar sejak kurikulum 1994 sebagai mata pelajaran pilihan.

Kemudian pada Kurikulum 2003 dan 2006, mata pelajaran bahasa inggris masuk dalam pelajaran muatan lokal. Dan pada akhirnya mata pelajaran bahasa inggris mulai ditiadakan pada Kurikulum 2013. (Djo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *