Pemkot Balikpapan Kehilangan PAD Rp 5 Miliar Akibat Reklame Rokok Dilarang

Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Larangan terhadap pemasangan reklame rokok atau iklan rokok di wilayah Balikpapan akan berdampak pada Pendapatan Asli Daerah (PAD). Diperkirakan pemkot kehilangan Rp 5 miliar akibat larangan tersebut.

Asisten I Tata Pemerintahan Kota Balikpapan, Zulkifli, mengatakan, peluncuran Peraturan Daerah (Perda) akan diiringi dengan berakhirnya kontrak-kontrak iklan rokok.

Ia mengatakan, penertiban reklame dan baliho rokok akan dilakukan secara bertahap, sambil mengecek di lapangan karena ada masa iklan tanggung dan diberi toleransi.

“Jadi yang belum selesai masa kontraknya kita arahkan dan batasi sampai kontraknya selesai,” kata pria yang akrab disapa Zul kepda wartawan, Jumat (10/5/2024).

Apabila perda larangan iklan rokok terbit, lanjut Zul, tidak boleh ada spanduk atau baliho yang memuat iklan rokok di seluruh wilayah di Balikpapan. Akan tetapi, peraturan tersebut belum tentu berlaku di area boleh merokok yang disediakan instansi tertentu seperti bandara.

“Untuk Bandara dan tempat-tempat yang lain bisa menyiapkan tempat area rokok untuk pengunjungnya. Hal ini harus dicermati betul-betul, jangan sampai berbenturan dengan perda tersebut,” terangnya.

Menurut dia, bahwa pelarangan tersebut akan merugikan dari sisi ekonomi. Pihaknya memprediksi Balikpapan akan kehilangan sekitar Rp 5 miliar dari sektor pajak iklan rokok jika perda tersebut terbuka.

Meski demikian, Zul menyampaikan bahwa uang bukan segalanya. Yang terpenting adalah menyelamatkan generasi muda dari bahaya rokok, dengan tidak adanya iklan rokok diyakini dapat meminimalisasi pengguna rokok.

“Memang, materi itu penting namun keuntungan imateril jauh lebih penting. Semua untuk kepentingan masyarakat. Insyaallah, masih ada sumber PAD yang lain.” pungkasnya. (Djo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *