Lintasbalikpapan.com – Persebaya Surabaya harus menelan hasil kurang maksimal saat menjamu Garudayaksa FC pada pekan ketiga Super League 2026/2027. Bermain di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Sabtu (19/9/2026), Bajol Ijo yang sudah berada di ambang kemenangan justru harus rela berbagi poin setelah kebobolan menjelang pertandingan berakhir.
Laga Persebaya vs Garudayaksa FC sebenarnya berjalan cukup menarik. Tuan rumah lebih banyak mencoba membangun serangan, sementara tim tamu juga mampu memberikan ancaman ketika mendapatkan ruang. Skor 1-1 akhirnya menjadi hasil akhir setelah Alex Martins dan Al Hamra Hehanussa masing-masing mencetak satu gol.
Persebaya Surabaya Dominan, Tapi Kesulitan Membuka Pertahanan
Sejak menit awal, Persebaya langsung menunjukkan niat untuk bermain agresif. Yuran Fernandes sudah mengancam melalui sundulan pada menit ketiga, kemudian Jefferson mencoba peruntungan lewat sepakan tiga menit berselang. Namun, kedua peluang tersebut belum menghasilkan gol.
Garudayaksa bukan tanpa perlawanan. Tim tamu justru sempat membuat lini belakang Persebaya ketar-ketir ketika tendangan mereka membentur mistar gawang Reza Arya pada menit ke-30. Setelah itu, Persebaya kembali mencari celah lewat Malik Risaldi dan Yuran. Sayangnya, berbagai upaya tersebut belum mampu mengubah papan skor hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Bernardo Tavares mencoba mengubah dinamika pertandingan. Gledson Paixao, Alex Martins, dan Saddil Ramdani dimasukkan untuk memberikan energi baru di lini depan.
Persebaya bahkan sempat merayakan gol pada menit ke-46 melalui Miguel Pereira. Namun, gol tersebut akhirnya dianulir setelah wasit melakukan pengecekan VAR. Situasi itu membuat tekanan kepada tuan rumah semakin besar karena mereka harus kembali membangun serangan dari awal.
Alex Martins Bawa Unggul, Al Hamra Bikin Stadion Terdiam
Perubahan pemain perlahan membuat serangan Persebaya lebih hidup. Gledson sempat melepaskan tembakan dari luar kotak penalti pada menit ke-52, tetapi bola belum mengarah ke sasaran. Bernardo kemudian kembali melakukan perubahan dengan memasukkan Rachmat Irianto pada menit ke-60. Ramadhan Sananta juga dimainkan pada menit ke-72 untuk menambah opsi di lini depan.
Gol yang ditunggu akhirnya datang pada menit ke-85. Alex Martins berhasil memanfaatkan umpan silang Jefferson. Dengan sundulan tajam, penyerang Persebaya itu sukses membawa timnya unggul 1-0. Pada titik tersebut, kemenangan Persebaya terlihat semakin dekat. Namun, sepak bola memang sering menghadirkan cerita berbeda pada menit-menit terakhir.
Hanya berselang empat menit, Garudayaksa mendapatkan kesempatan untuk membalas. Al Hamra Hehanussa berhasil memanfaatkan peluang tersebut dan mencetak gol pada menit ke-89. Gol itu langsung mengubah situasi pertandingan. Keunggulan yang sebelumnya berada di tangan Persebaya lenyap begitu saja dan skor kembali menjadi 1-1.
Tambahan Waktu Belum Mengubah Nasib Bajol Ijo
Persebaya masih memiliki waktu untuk mencari gol kemenangan. Enam menit tambahan waktu memberikan kesempatan bagi tuan rumah untuk kembali menekan. Ramadhan Sananta bahkan mendapatkan peluang pada menit ke-90+3. Sayangnya, penyelesaian akhirnya masih melebar dari sasaran. Setelah itu, tidak ada lagi gol yang tercipta. Peluit panjang memastikan hasil Persebaya kontra Garudayaksa FC berakhir 1-1.
Hasil ini menunjukkan betapa tipisnya jarak antara kemenangan dan kehilangan poin dalam pertandingan. Persebaya sebenarnya sudah berhasil membalikkan tekanan menjadi keunggulan melalui Alex Martins, tetapi konsentrasi pada fase akhir pertandingan menjadi faktor penting yang akhirnya membuat Garudayaksa mampu mencuri satu poin.
Bagi Persebaya, laga ini juga menjadi pengingat bahwa keunggulan menjelang akhir pertandingan belum otomatis berarti kemenangan. Sementara bagi Garudayaksa, gol Al Hamra Hehanussa menjadi momen penting yang mengubah jalannya pertandingan hanya dalam hitungan menit.






