Lintasbalikpapan.com – Manchester United akhirnya menunjukkan mentalitas pantang menyerah setelah berhasil membalikkan keadaan saat menghadapi AS Roma dalam lanjutan fase liga Liga Champions. Bermain di hadapan pendukung sendiri di Stadion Old Trafford, Rabu dini hari WIB, Setan Merah menang dramatis dengan skor 3-2.
Hasil ini terasa istimewa karena MU sebelumnya berada dalam posisi sulit setelah tertinggal dua gol pada awal pertandingan. AS Roma bahkan sempat terlihat lebih nyaman mengendalikan permainan dan memiliki peluang untuk memperlebar keunggulan.
Tim tamu membuka skor pada menit ke-11 melalui Matias Soule. Gol tersebut tercipta setelah Rodrigo Mora mengirimkan umpan terukur yang berhasil dimaksimalkan Soule menjadi keunggulan bagi Giallorossi. Situasi Manchester United semakin sulit ketika wasit menunjuk titik putih pada menit ke-17. Keputusan tersebut di berikan setelah Ayden Heaven melakukan handball di dalam kotak penalti.
Donyell Malen yang dipercaya menjadi eksekutor tidak menyia-nyiakan kesempatan. Tendangannya berhasil mengecoh kiper Senne Lammens sekaligus membawa Roma unggul 2-0. MU mencoba memberikan respons, tetapi sejumlah serangan mereka belum mampu menembus pertahanan Roma. Bahkan, Soule hampir mencetak gol tambahan menjelang turun minum. Sayangnya, bola hasil tendangannya hanya membentur tiang gawang. Keunggulan dua gol membuat Roma berada di atas angin. Namun, pertandingan ternyata masih menyimpan kejutan besar bagi kedua tim.
Bruno Fernandes dan Matheus Cunha Jadi Kunci Comeback Setan Merah
Memasuki babak kedua, Manchester United mulai memperlihatkan perubahan permainan. Tekanan yang dibangun tuan rumah akhirnya menghasilkan peluang emas setelah Gianluca Mancini melakukan pelanggaran di area terlarang. Bruno Fernandes maju sebagai algojo penalti dan sukses menjalankan tugasnya pada menit ke-58. Gol tersebut mengubah skor menjadi 1-2 sekaligus memberikan harapan baru bagi pendukung MU yang memadati Old Trafford.
Setelah memperkecil ketertinggalan, intensitas serangan Manchester United semakin meningkat. Bryan Mbeumo hampir membawa timnya menyamakan kedudukan, tetapi tembakannya justru membentur tiang kiri gawang Roma. Upaya tuan rumah akhirnya membuahkan hasil menjelang pertandingan memasuki fase akhir. Pada menit ke-83, Bruno Fernandes mengirimkan umpan berbahaya yang gagal diantisipasi dengan sempurna oleh barisan pertahanan Roma.
Bola kemudian jatuh ke kaki Matheus Cunha. Tanpa menyia-nyiakan kesempatan, pemain tersebut langsung menyelesaikannya menjadi gol penyeimbang 2-2. Momentum pertandingan pun berubah drastis. Hanya berselang tiga menit, Cunha kembali mencatatkan namanya di papan skor.
Kali ini, pemain muda Shea Lacey menjadi sosok penting setelah memberikan umpan yang berhasil dimanfaatkan Cunha pada menit ke-86. Gol tersebut memastikan Manchester United berbalik unggul 3-2. Roma mencoba memanfaatkan sisa waktu untuk mencari gol penyama kedudukan. Namun, pertahanan tuan rumah mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan. MU bahkan harus menyelesaikan pertandingan dengan 10 pemain setelah Cunha menerima kartu kuning kedua pada menit 90+1 akibat melakukan pelanggaran.
Kemenangan Penting Manchester United, Persaingan Klasemen Liga Champions Memanas
Kemenangan atas AS Roma bukan sekadar tambahan tiga poin bagi Manchester United. Hasil ini juga menjadi momentum penting bagi tim asuhan Michael Carrick setelah melewati periode sulit. Berdasarkan catatan pertandingan, kemenangan tersebut menjadi yang pertama bagi MU setelah menjalani 10 pertandingan berturut-turut tanpa kemenangan di berbagai kompetisi.
Tambahan tiga poin membuat Manchester United mengoleksi enam poin dari empat pertandingan dan menempati peringkat ke-17 klasemen fase liga Liga Champions. Sementara itu, AS Roma harus puas berada di posisi ke-19 dengan raihan empat poin. Kekalahan ini tentu menjadi pekerjaan rumah bagi Giallorossi, terutama dalam menjaga konsentrasi ketika menghadapi tekanan lawan. Comeback di Old Trafford memperlihatkan bahwa Manchester United masih memiliki kemampuan untuk bangkit meskipun berada dalam situasi yang tidak menguntungkan.
Peran Bruno Fernandes sebagai penggerak serangan serta ketajaman Matheus Cunha menjadi faktor penting di balik hasil tersebut. Jika mampu mempertahankan konsistensi permainan seperti ini, peluang Setan Merah untuk memperbaiki posisi di klasemen masih terbuka.
Pada akhirnya, pertandingan ini menjadi bukti bahwa keunggulan dua gol belum tentu menjamin kemenangan, terutama ketika menghadapi Manchester United di hadapan pendukungnya sendiri.






