Lintasbalikpapan.com – PSM Makassar menunjukkan performa yang semakin matang saat menjamu Persik Kediri dalam lanjutan Super League 2025/2026. Bermain di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, tim berjuluk Juku Eja ini berhasil mengamankan kemenangan penting dengan skor 3-1.
Hasil ini bukan sekadar tambahan tiga poin, tetapi juga menjadi sinyal kebangkitan PSM yang sebelumnya sempat berada dalam tekanan zona degradasi. Dukungan suporter tuan rumah tampak memberi energi ekstra bagi para pemain untuk tampil lebih percaya diri sepanjang laga.
Jalannya Pertandingan PSM Makassar vs Persik
Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim bermain dengan tempo yang cukup seimbang. Persik Kediri tidak datang sebagai tim pelengkap, mereka mampu memberikan tekanan dan beberapa kali menciptakan peluang berbahaya.
Namun, momen krusial terjadi pada menit ke-37 ketika PSM mendapatkan hadiah penalti. Yuran Lopes yang maju sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya dengan baik, membawa tuan rumah unggul 1-0 hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, PSM tampil lebih berani dan agresif. Strategi menyerang yang diterapkan terbukti efektif setelah Sheriddin Boboev mencetak gol kedua pada menit ke-60. Gol ini membuat PSM semakin di atas angin.
Meski tertinggal, Persik tidak menyerah begitu saja. Mereka berhasil memperkecil ketertinggalan lewat penalti Ernesto Gomez pada menit ke-85. Skor berubah menjadi 2-1 dan pertandingan kembali memanas di menit-menit akhir.
Namun harapan Persik untuk menyamakan kedudukan harus pupus. PSM justru menutup laga dengan gol tambahan dari Luka Cumic di masa injury time, memastikan kemenangan 3-1 bagi tuan rumah.
Dampak Kemenangan: PSM Menjauh dari Zona Degradasi
Kemenangan ini memiliki arti besar bagi posisi PSM Makassar di klasemen sementara. Tambahan tiga poin membuat mereka kini mengoleksi 31 poin dan naik ke peringkat ke-13.
Dengan selisih lima poin dari zona degradasi, PSM kini memiliki ruang bernapas yang lebih lega. Konsistensi performa akan menjadi kunci jika mereka ingin benar-benar aman hingga akhir musim.
Di sisi lain, Persik Kediri harus puas tertahan di posisi ke-12 dengan 33 poin. Kekalahan ini menjadi pengingat bahwa persaingan papan tengah juga tidak kalah ketat, di mana setiap poin sangat menentukan posisi akhir.
Kemenangan atas Persik Kediri bisa menjadi titik balik bagi PSM Makassar untuk menatap sisa musim dengan optimisme. Performa yang lebih agresif di babak kedua menunjukkan adanya peningkatan dari segi strategi maupun mental bertanding.
Jika mampu mempertahankan ritme permainan seperti ini, bukan tidak mungkin PSM akan terus merangkak naik di klasemen. Dukungan suporter serta konsistensi pemain menjadi faktor penting yang dapat menentukan perjalanan mereka ke depan.
Bagi para pecinta sepak bola tanah air, laga ini menjadi bukti bahwa kompetisi Super League musim ini semakin menarik untuk diikuti, dengan persaingan ketat di setiap lini klasemen.






