Lintasbalikpapan.com – Arema FC akhirnya berhasil menghentikan tren buruk setelah tiga kekalahan beruntun di ajang Super League 2025/2026. Bermain di kandang sendiri, Stadion Kanjuruhan, Singo Edan mampu mencuri satu poin penting usai bermain imbang 1-1 melawan Malut United.
Hasil ini terasa seperti “napas baru” bagi Arema FC yang sebelumnya tampil kurang konsisten. Dukungan penuh dari Aremania menjadi faktor penting dalam membangkitkan semangat tim, meskipun belum mampu meraih kemenangan penuh.
Satu poin ini memang belum sepenuhnya memuaskan, tetapi cukup untuk menghentikan tekanan dan mengembalikan kepercayaan diri pemain. Di sisi lain, Malut United tetap menunjukkan kualitas sebagai tim papan atas meski gagal meraih tiga poin.
Gol Hansamu Yama Buka Harapan Arema FC
Arema FC memulai pertandingan dengan tempo tinggi. Strategi menyerang sejak awal terbukti efektif saat mereka berhasil membuka keunggulan di menit ke-26.
Gol bermula dari skema bola mati. Sepak pojok yang dieksekusi Gustavo Franca mengarah tepat ke kotak penalti, dan Hansamu Yama berhasil memaksimalkannya dengan sundulan keras dari jarak dekat. Bola tak mampu dihalau kiper Malut United, membuat Arema unggul 1-0.
Gol ini menjadi momentum penting bagi Arema. Permainan mereka terlihat lebih percaya diri, dengan distribusi bola yang rapi dan tekanan yang konsisten ke lini pertahanan lawan.
Menjelang akhir babak pertama, Arema bahkan hampir menggandakan keunggulan melalui tandukan Johan Alfarizi. Sayangnya, bola hanya membentur tiang gawang dan gagal menjadi gol tambahan.
Penalti David da Silva Selamatkan Malut United
Di tengah dominasi Arema, Malut United mendapatkan peluang emas lewat titik penalti. Wasit memberikan hadiah penalti setelah terjadi pelanggaran di dalam kotak terlarang. David da Silva yang dipercaya sebagai eksekutor tampil tenang. Ia melepaskan tembakan mendatar yang mengarah ke sudut bawah gawang, sukses mengecoh penjaga gawang Arema dan mengubah skor menjadi 1-1.
Gol ini menjadi titik balik bagi Malut United. Mereka mulai lebih berani keluar menyerang dan menciptakan beberapa peluang berbahaya. Meski begitu, lini pertahanan Arema tampil cukup solid untuk menahan gempuran hingga akhir pertandingan.
Pertarungan Sengit dan Dampak di Klasemen
Memasuki babak kedua, kedua tim tampil lebih terbuka. Arema FC dan Malut United saling jual beli serangan demi mencari gol kemenangan. Intensitas pertandingan meningkat, namun penyelesaian akhir menjadi kendala bagi kedua tim.
Malut United sempat menciptakan beberapa peluang emas, tetapi gagal dikonversi menjadi gol. Di sisi lain, Arema juga berusaha memanfaatkan serangan balik cepat, namun belum membuahkan hasil.
Momen krusial terjadi di masa injury time ketika Julian Guevara melakukan sapuan penting untuk menggagalkan peluang berbahaya dari pemain Malut United. Aksi tersebut memastikan skor tetap imbang hingga peluit panjang dibunyikan.
Hasil ini membuat Arema FC kini berada di posisi ke-11 klasemen dengan 32 poin dari 26 pertandingan. Sementara itu, Malut United tetap bertahan di papan atas, tepatnya di peringkat keempat dengan 46 poin.






