Lintasbalikpapan.com – Persija Jakarta memastikan akan kembali menggunakan Jakarta International Stadium (JIS) sebagai markas terakhir mereka di musim BRI Super League 2025/2026. Keputusan ini menjadi sorotan karena sebelumnya Macan Kemayoran lebih sering memakai Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada beberapa pertandingan penting musim ini.
Dalam laga pekan ke-34, Persija dijadwalkan menghadapi Semen Padang pada Sabtu, 23 Mei 2026 pukul 16.00 WIB. Pertandingan tersebut bukan sekadar penutup kompetisi, tetapi juga menjadi kesempatan bagi Persija untuk memberikan hasil manis di depan pendukungnya sendiri.
Atmosfer JIS di perkirakan akan kembali di penuhi antusiasme suporter yang ingin melihat tim kesayangan mereka menutup musim dengan kemenangan. Persija sendiri terlihat serius mempersiapkan laga ini demi menjaga tren positif hingga akhir kompetisi.
Alasan Persija Kembali Bermain di Jakarta International Stadium
Keputusan Persija kembali menggunakan JIS cukup menarik perhatian publik sepak bola nasional. Sebab, dalam beberapa laga sebelumnya mereka memilih bermain di SUGBK karena kualitas rumput dan kondisi lapangan di nilai lebih ideal untuk pertandingan kompetitif.
Terakhir kali Persija tampil di JIS terjadi pada pertengahan Maret 2026 ketika menghadapi Dewa United. Saat itu pertandingan berakhir imbang 1-1. Setelah laga tersebut, Persija sempat berpindah venue demi mendapatkan kondisi lapangan yang dianggap lebih mendukung performa tim.
Namun situasi berbeda terjadi menjelang penutupan musim. Persija akhirnya kembali ke JIS untuk menghadapi Semen Padang. Faktor kesiapan stadion dan momentum laga kandang terakhir menjadi alasan kuat di pilihnya stadion megah di Jakarta Utara tersebut.
Selain itu, kepindahan venue sebelumnya sempat membuat Persija harus bermain di luar Jakarta ketika menghadapi Persib Bandung. Kala itu mereka menggunakan Stadion Segiri di Samarinda karena kendala izin pertandingan. Kondisi tersebut tentu membuat Persija ingin kembali merasakan atmosfer kandang yang sesungguhnya pada laga terakhir musim ini.
Posisi Macan Kemayoran Sudah Aman, Semen Padang Tanpa Beban
Secara klasemen, posisi Persija Jakarta sebenarnya sudah tidak berubah lagi. Tim ibu kota saat ini menempati peringkat ketiga dengan koleksi 68 poin dari 33 pertandingan. Selisih poin dengan tim di atas maupun bawah membuat posisi mereka aman hingga akhir musim.
Meski begitu, laga melawan Semen Padang tetap penting untuk menjaga reputasi sekaligus menutup perjalanan musim dengan catatan positif. Persija tentu ingin memberikan kemenangan kepada para pendukung setia yang terus mendukung sepanjang musim.
Di sisi lain, Semen Padang datang tanpa tekanan besar. Tim asuhan Imran Nahumarury di pastikan terdegradasi beberapa pekan sebelum kompetisi berakhir. Situasi itu membuat mereka tidak lagi memiliki target klasemen.
Walaupun demikian, pertandingan tetap berpotensi berlangsung menarik. Tim yang sudah tidak dibebani target biasanya justru tampil lebih lepas dan berani menyerang. Persija harus tetap waspada agar tidak kehilangan poin di kandang sendiri.
Bagi Persija, kemenangan pada laga terakhir memiliki arti penting untuk menjaga kepercayaan diri tim menuju musim berikutnya. Apalagi dukungan besar dari The Jakmania di prediksi akan memenuhi tribune JIS demi memberikan semangat tambahan kepada para pemain.
Musim ini Persija tampil cukup konsisten dan mampu bersaing di papan atas klasemen. Walau gagal mengejar posisi puncak, finis di tiga besar tetap menjadi pencapaian yang layak diapresiasi.
Pertandingan kontra Semen Padang juga menjadi kesempatan bagi beberapa pemain untuk menunjukkan performa terbaik mereka sebelum kompetisi resmi berakhir. Tidak menutup kemungkinan laga ini akan berlangsung terbuka dengan tempo cepat sejak menit awal.
Jika mampu meraih tiga poin, Persija bukan hanya menutup musim dengan kemenangan, tetapi juga mengirim pesan bahwa Macan Kemayoran tetap menjadi salah satu kekuatan utama sepak bola Indonesia untuk musim mendatang.





