Lintasbalikpapan.com – Manchester United kembali mendapatkan hasil mengecewakan di Liga Champions 2026. Bertandang ke markas Atletico Madrid di Riyadh Air Metropolitano pada Rabu, 14 Oktober 2026, Setan Merah harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 0-2.
Hasil ini membuat harapan kebangkitan yang di bawa Michael Carrick kembali di pertanyakan. Bukan cuma gagal mencetak gol, MU juga harus menyelesaikan pertandingan dengan 10 pemain setelah Leny Yoro menerima kartu merah pada menit ke-74.
Atletico tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang, sedangkan United kesulitan mengubah beberapa kesempatan menjadi gol. Kekalahan ini sekaligus memperpanjang catatan tanpa kemenangan MU menjadi lima pertandingan di semua kompetisi.
Gol Cepat Pablo Barrios Bikin Manchester United Langsung Tertekan
Atletico Madrid tidak membutuhkan waktu lama untuk menunjukkan keseriusannya. Pertandingan baru berjalan satu menit ketika Pablo Barrios sukses membuka keunggulan tuan rumah. Berawal dari penetrasi Alex Baena di kotak penalti, umpan tariknya di selesaikan Barrios menjadi gol pembuka.
Gol tersebut membuat Manchester United harus mengubah pendekatan permainan lebih awal. Tim asuhan Carrick mencoba membalas melalui Bryan Mbeumo, yang memperoleh peluang pada menit ke-12. Sayangnya, tembakannya masih melebar dari gawang Jan Oblak.
Mbeumo kembali mendapatkan kesempatan pada menit ke-24 setelah bekerja sama dengan Youri Tielemans. Namun, Oblak mampu membaca arah serangan dan menggagalkan peluang tersebut.
Atletico juga hampir menambah keunggulan melalui tendangan bebas Alejandro Grimaldo yang membentur mistar. Bahkan, gol Johnny Cardoso pada menit ke-43 sempat membuat pendukung tuan rumah bersorak sebelum dianulir setelah pemeriksaan VAR karena handball.
Dari jalannya babak pertama, terlihat bahwa MU sebenarnya masih memiliki peluang untuk menyamakan kedudukan. Persoalannya, mereka kurang maksimal dalam menyelesaikan serangan, sementara Atletico mampu memberikan tekanan berbahaya setiap kali mendapatkan ruang.
Kartu Merah Leny Yoro Jadi Titik Balik Pertandingan
Memasuki babak kedua, Manchester United mencoba meningkatkan intensitas serangan. Bruno Fernandes memperoleh peluang emas pada menit ke-57 setelah menerima umpan terobosan Tielemans. Akan tetapi, upayanya melewati Oblak justru berakhir melebar.
Bruno kembali mengancam melalui tembakan melengkung pada menit ke-70, tetapi bola hanya membentur mistar. Kegagalan memaksimalkan peluang tersebut menjadi salah satu momen yang di sayangkan oleh tim tamu.
Situasi semakin sulit empat menit kemudian. Leny Yoro menjatuhkan Jonathan David ketika Atletico melancarkan serangan balik. Setelah meninjau tayangan VAR di monitor pinggir lapangan, wasit Glenn Nyberg memutuskan memberikan kartu merah kepada bek Manchester United tersebut karena dianggap menggagalkan peluang mencetak gol.
Unggul jumlah pemain, Atletico langsung memanfaatkan situasi. Pada menit ke-79, tembakan David berhasil ditepis Senne Lammens, tetapi bola muntah disambar Ademola Lookman untuk menggandakan keunggulan menjadi 2-0. MU masih berusaha mencari gol balasan pada masa tambahan waktu. Matheus Cunha mendapatkan peluang pada menit ke-90+3, tetapi Oblak kembali melakukan penyelamatan.
Bagi Carrick, pertandingan ini memperlihatkan persoalan yang belum selesai: MU mampu menciptakan sejumlah peluang, tetapi efektivitas dan ketahanan permainan mereka masih perlu diperbaiki.
Michael Carrick Disorot, MU Harus Segera Berbenah
Kekalahan di Metropolitano memperpanjang periode sulit Manchester United. Meski masih berada di peringkat ketujuh klasemen sementara fase liga dengan tiga poin, tren tanpa kemenangan dalam lima pertandingan terakhir jelas menjadi sinyal yang tidak bisa diabaikan.
Bek MU, Lisandro Martinez, bahkan mengakui bahwa penampilan timnya sangat buruk dan menyebut hasil tersebut mencerminkan kondisi klub saat ini. Ia juga mengakui Atletico pantas mendapatkan kemenangan.
Sementara itu, Carrick menilai gol cepat tuan rumah membuat pertandingan menjadi lebih sulit. Ia merasa United mulai mengendalikan permainan pada babak kedua, tetapi belum mampu menciptakan ancaman yang cukup berarti. Carrick juga menyayangkan keputusan kartu merah Yoro.
Di kubu lawan, kemenangan ini menjadi modal penting bagi Atletico untuk memperbaiki posisi setelah sebelumnya kalah dari Liverpool. Meski demikian, kemenangan atas MU belum langsung mengangkat mereka dari peringkat ke-13 klasemen sementara.
Kesimpulannya, Manchester United perlu melakukan evaluasi serius, terutama dalam penyelesaian akhir, organisasi pertahanan, dan pengambilan keputusan saat menghadapi serangan balik. Kekalahan 0-2 ini bukan semata-mata akibat kartu merah, sebab MU sudah tertinggal sejak menit pertama.
Jika ingin membuktikan bahwa kebangkitan di bawah Michael Carrick bukan sekadar harapan, Setan Merah harus menunjukkan perubahan nyata pada pertandingan berikutnya. Hasil bagus tidak cukup dijanjikan; tim perlu membuktikannya di lapangan.











