Lintasbalikpapan.com – FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi momen membanggakan bagi Timnas Indonesia setelah berhasil keluar sebagai juara. Namun, di balik keberhasilan tersebut, ada cerita lain yang tak kalah menarik. Sejumlah pemain harus melewati turnamen tanpa merasakan atmosfer pertandingan, meskipun mereka masuk dalam skuad pilihan pelatih John Herdman.
Persaingan di dalam tim menjadi salah satu faktor yang membuat kesempatan bermain sulit di dapatkan. Selain itu, Herdman tampak lebih nyaman mempertahankan komposisi pemain yang sudah terbukti mampu menjalankan strategi di lapangan. Lantas, siapa saja pemain yang harus puas mendukung perjuangan rekan setimnya dari bangku cadangan?
Pemain Timnas Tak Dimainkan John Herdman di di FIFA ASEAN Cup
1. Nadeo Argawinata
Nama Nadeo Argawinata menjadi salah satu yang menarik perhatian. Kiper Persija Jakarta tersebut tidak memperoleh kesempatan tampil sepanjang FIFA ASEAN Cup 2026, meskipun memiliki pengalaman yang cukup untuk bersaing di level internasional.
John Herdman lebih dahulu memberikan kepercayaan kepada Maarten Paes dalam dua pertandingan awal. Keputusan tersebut terbukti efektif setelah Indonesia mencatatkan dua clean sheet saat menghadapi Singapura dengan kemenangan 2-0 dan bermain imbang 0-0 melawan Malaysia.
Pada dua laga berikutnya, giliran Emil Audero yang mendapat kesempatan menjaga gawang Garuda. Kondisi ini membuat Nadeo harus menerima kenyataan bahwa persaingan di posisi penjaga gawang berlangsung sangat ketat. Meski tidak bermain, keberadaannya tetap menjadi bagian dari kedalaman skuad yang di butuhkan tim selama turnamen.
2. Jordi Amat
Di lini belakang, Jordi Amat juga harus menyelesaikan turnamen tanpa mencatatkan menit bermain. Bek Persija Jakarta itu kalah bersaing dengan Kevin Diks, Elkan Baggott, dan Justin Hubner yang menjadi pilihan utama Herdman. Ketiga pemain tersebut di percaya mengisi formasi tiga bek tengah dan selalu menjadi starter dalam empat pertandingan. Konsistensi komposisi pertahanan membuat peluang Jordi untuk masuk ke lapangan semakin terbatas.
3. Dion Markx
Situasi serupa dialami Dion Markx. Bek muda berusia 21 tahun tersebut belum berhasil menjalani debut bersama Timnas Indonesia senior pada kesempatan pemanggilan kali ini. Bagi Dion, pengalaman mengikuti turnamen bersama skuad utama tetap bisa menjadi bekal penting. Ia dapat mempelajari standar permainan internasional sekaligus memahami tuntutan taktik yang diterapkan pelatih. Tantangan berikutnya adalah membuktikan bahwa dirinya layak memperoleh kesempatan pada pemanggilan mendatang.
4. Rizky Eka Pratama
Rizky Eka Pratama melengkapi daftar pemain yang tidak memperoleh kesempatan bermain di FIFA ASEAN Cup 2026. Winger PSM Makassar itu menghadapi persaingan berat untuk menembus lini serang Indonesia.
Di sektor sayap dan area penyerangan, Herdman memiliki sejumlah opsi seperti Ragnar Oratmangoen, Ole Romeny, dan Luke Vickery. Ketika membutuhkan pergantian pemain, pelatih juga cenderung mengandalkan nama-nama seperti Egy Maulana Vikri dan Rayhan Hannan. Pilihan tersebut menunjukkan bahwa kedalaman skuad Indonesia cukup kompetitif. Namun, bagi Rizky, kondisi ini tentu menjadi tantangan tersendiri untuk meningkatkan peluang tampil pada turnamen berikutnya.
Keberhasilan Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi pencapaian kolektif yang tidak hanya bergantung pada sebelas pemain di lapangan. Pemain cadangan juga merupakan bagian dari skuad yang menjalani persiapan, latihan, dan persaingan sepanjang turnamen.
Keputusan Herdman mempertahankan susunan pemain utama dapat dipahami sebagai upaya menjaga konsistensi permainan. Meski begitu, kesempatan bermain tetap penting bagi pemain yang ingin mengembangkan kemampuan dan membuktikan kualitasnya.
Bagi Nadeo Argawinata, Jordi Amat, Dion Markx, dan Rizky Eka Pratama, turnamen ini mungkin belum memberikan pengalaman bertanding yang diharapkan. Namun, gelar juara bisa menjadi motivasi untuk kembali bersaing. Pada akhirnya, tantangan mereka bukan sekadar masuk daftar pemain, melainkan menunjukkan bahwa mereka mampu memberikan kontribusi ketika kesempatan berikutnya datang.






