Lintasbalikpapan.com – PSM Makassar langsung mendapat ujian berat pada pekan pertama Super League 2026/2027. Juku Eja di jadwalkan berhadapan dengan Persib Bandung pada Minggu, 6 September. Pertandingan ini menarik karena kedua tim sama-sama membawa ambisi besar sejak awal musim.
Pelatih PSM Makassar, Darije Kalezic, menyadari bahwa Persib bukan lawan yang bisa di pandang sebelah mata. Menurutnya, kekuatan Maung Bandung tidak hanya bergantung pada pemain yang masuk starting XI. Persib memiliki kedalaman skuad yang membuat mereka tetap berbahaya ketika melakukan rotasi.
Situasi tersebut menjadi perhatian tersendiri bagi PSM. Dalam kompetisi panjang seperti Super League, kualitas pemain cadangan bisa menjadi pembeda. Tim yang mempunyai banyak opsi biasanya lebih siap menghadapi jadwal padat, cedera, maupun perubahan strategi di tengah pertandingan.
Darije juga melihat Persib mempunyai keuntungan dari sisi pengalaman. Status sebagai tim yang pernah merasakan gelar juara membuat Maung Bandung memiliki modal kepercayaan diri ketika menghadapi pertandingan dengan tekanan tinggi. Namun, PSM tidak ingin menjadikan reputasi lawan sebagai alasan untuk bermain aman.
Pelatih Persib Bandung Ikut Jadi Perhatian PSM
Selain kualitas pemain, Darije Kalezic turut menyoroti sosok pelatih Persib, Igor Tolic. Menariknya, Tolic bukan figur yang benar-benar baru bagi klub Bandung tersebut karena sebelumnya sudah pernah menjadi bagian dari Persib. Kondisi ini dinilai bisa menjadi keuntungan tersendiri. Pemahaman terhadap lingkungan klub, karakter pemain, hingga situasi internal tentu dapat membantu seorang pelatih beradaptasi lebih cepat.
Darije bahkan menyampaikannya dengan gaya bercanda. Menurutnya, Tolic seperti hanya berpindah tempat dari sisi lapangan menuju posisi yang lebih sentral sebagai pemimpin tim. Meski memahami keunggulan Persib, PSM tetap memasang target tinggi. Darije menegaskan bahwa timnya datang dengan keinginan mendapatkan hasil maksimal, yang berarti memburu tiga poin.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa PSM tidak ingin memulai musim dengan mental bertahan. Mereka justru ingin menjadikan pertandingan melawan Persib sebagai momentum untuk mengukur seberapa siap skuad Juku Eja menghadapi kompetisi baru.
Mentalitas Ewako Jadi Identitas PSM Makassar
Jika kualitas pemain menjadi salah satu kekuatan Persib, PSM memiliki senjata lain yang ingin di tonjolkan yaitu mentalitas Ewako. Bagi Darije, Ewako bukan sekadar kata yang di teriakkan suporter. Mentalitas tersebut harus terlihat dalam cara pemain bertanding. Artinya, pemain PSM dituntut tampil agresif, berani berduel, dan memberikan usaha maksimal tanpa keluar dari batas fair play.
Menariknya, karakter tersebut juga menjadi semacam standar bagi pemain PSM untuk masa depan. Mereka yang mampu menunjukkan identitas Juku Eja di lapangan dianggap memiliki peluang lebih besar untuk tetap menjadi bagian tim pada musim-musim berikutnya.
Pertandingan melawan Persib pun berpotensi menjadi pembuktian pertama. PSM bukan cuma di tuntut mengejar kemenangan, tetapi juga menunjukkan karakter yang ingin mereka bangun sepanjang musim.
Dengan Persib yang punya kedalaman skuad dan pengalaman juara, laga pembuka ini jelas bukan pertandingan mudah. Namun, jika mentalitas Ewako benar-benar diterapkan sejak menit pertama, PSM punya alasan untuk percaya diri mengejar tiga poin di pekan perdana Super League 2026/2027.







