Lintasbalikpapan.com – Persija Jakarta memang hanya mampu finis di peringkat ketiga Piala Presiden 2026. Namun, posisi tersebut ternyata belum menggambarkan seberapa kuat Macan Kemayoran ketika seluruh pemain terbaiknya tersedia.
Hal itu di sampaikan Shin Tae-yong setelah Persija Jakarta mengalahkan Arema FC dengan skor 3-1 dalam perebutan tempat ketiga di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (6/8/2026). Pelatih asal Korea Selatan tersebut menilai komposisi Persija yang tampil di turnamen pramusim masih jauh dari kondisi ideal.
Menurut Shin Tae-yong, Persija baru memainkan sekitar 40 persen dari kekuatan skuad utamanya. Situasi tersebut terjadi karena sejumlah pemain penting sedang menjalankan tugas bersama Timnas Indonesia di Piala AFF 2026.
Artinya, performa Persija di Piala Presiden sebaiknya tidak langsung di jadikan patokan untuk menilai peluang mereka pada kompetisi musim 2026/2027. Masih ada bagian penting dari skuad yang belum bergabung secara penuh.
Justru kondisi ini membuat persiapan Persija Jakarta menarik untuk di perhatikan. Jika pemain yang memperkuat tim nasional sudah kembali dan adaptasi berjalan lancar, wajah Macan Kemayoran berpotensi mengalami perubahan cukup signifikan.
Dua atau Tiga Pemain Baru Persija Jakarta Bisa Mengubah Persaingan
Persija juga belum berhenti melakukan pembenahan. Shin Tae-yong mengungkapkan bahwa klub masih berencana mendatangkan sekitar dua hingga tiga pemain baru dalam waktu dekat.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa Persija tidak ingin sekadar mengandalkan komposisi yang ada. Tambahan pemain bisa menjadi bagian penting untuk memperdalam skuad, terutama ketika kompetisi berjalan padat dan membutuhkan banyak opsi di setiap posisi.
Menariknya, Shin Tae-yong juga menyoroti pentingnya sinergi antara klub, pemerintah daerah Jakarta, masyarakat, dan The Jakmania. Menurutnya, dukungan dari berbagai pihak dapat menjadi modal tambahan bagi Persija untuk mengejar target yang lebih tinggi.
Dengan kombinasi pemain lama, penggawa Timnas Indonesia yang segera kembali, serta wajah-wajah baru, Persija mempunyai peluang membangun tim yang lebih komplet di bandingkan ketika tampil di Piala Presiden.
Karena itu, hasil turnamen pramusim kali ini mungkin justru menjadi proses awal untuk menemukan formula terbaik sebelum kompetisi resmi di mulai.
TC Thailand Jadi Tahap Penting Sebelum Musim Baru
Setelah menyelesaikan Piala Presiden, Persija langsung mengalihkan perhatian menuju persiapan musim 2026/2027. Salah satu agenda utamanya adalah pemusatan latihan atau training camp (TC) di Thailand.
Agenda tersebut sebelumnya direncanakan berlangsung pada akhir Juli, tetapi harus mengalami penundaan karena berdekatan dengan pelaksanaan Piala Presiden. Shin Tae-yong memastikan Persija akan segera berangkat ke Thailand untuk menjalani TC.
Pemusatan latihan ini bisa menjadi kesempatan penting bagi tim untuk membangun chemistry, meningkatkan kondisi fisik, sekaligus menguji strategi yang nantinya digunakan dalam kompetisi. Bagi Persija, waktu persiapan tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk mengintegrasikan pemain baru dan mematangkan kombinasi dengan pemain yang kembali dari Timnas Indonesia.
Jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, Persija berpotensi memasuki musim baru dengan kekuatan yang berbeda dari penampilannya di Piala Presiden. Dengan demikian, finis di posisi ketiga bukan berarti perjalanan Persija berhenti. Sebaliknya, hasil tersebut bisa menjadi titik awal sebelum Macan Kemayoran menunjukkan versi terbaiknya pada musim 2026/2027.









