Lintasbalikpapan.com – Persebaya Surabaya kembali menunjukkan mental juara di ajang Piala Presiden 2026. Bermain di hadapan pendukung sendiri di Stadion Gelora Bung Tomo, Bajul Ijo sukses mengamankan kemenangan tipis 1-0 atas PSMS Medan. Meski skor tidak terlalu mencolok, hasil ini sudah cukup membawa Persebaya melangkah ke babak semifinal.
Kemenangan tersebut juga memperlihatkan bahwa Persebaya bukan hanya mengandalkan permainan menyerang. Tim asal Surabaya itu mampu tampil di siplin, menjaga ritme pertandingan, dan memanfaatkan peluang yang datang pada momen yang tepat.
Persebaya Surabaya Tak Banyak Peluang, Tapi Bermain Efektif
Sepanjang pertandingan, duel berlangsung cukup ketat. PSMS Medan memberikan perlawanan dan beberapa kali mencoba menekan pertahanan tuan rumah. Namun, lini belakang Persebaya tampil cukup solid sehingga mampu meredam berbagai ancaman.
Gol yang dinanti akhirnya lahir menjelang turun minum. Berawal dari situasi sepak pojok yang dikirim Diogo Ramalho, bek tengah Yuran Fernandes berhasil memenangkan duel udara di dalam kotak penalti. Sundulannya sempat di tepis oleh kiper M Natshir, tetapi laju bola tetap meluncur ke dalam gawang.
Gol tersebut menjadi pembeda hingga pertandingan berakhir. Setelah unggul, Persebaya lebih fokus menjaga keseimbangan permainan daripada terlalu memaksakan serangan. Strategi itu terbukti efektif karena PSMS kesulitan menemukan celah untuk menyamakan kedudukan.
Posisi Puncak Grup Jadi Bukti Konsistensi
Hasil positif ini membuat Persebaya mengoleksi enam poin dari dua pertandingan sekaligus mengunci posisi puncak klasemen Grup B. Raihan tersebut memastikan langkah Bajul Ijo ke semifinal tanpa harus menunggu hasil pertandingan terakhir fase grup.
Di bawah Persebaya terdapat Port FC dengan empat poin, di susul Persija Jakarta yang baru mengumpulkan satu poin. Sementara itu, PSMS Medan harus puas berada di dasar klasemen setelah belum meraih satu poin pun. Pencapaian ini menjadi sinyal bahwa Persebaya tampil lebih stabil di banding para pesaingnya. Mereka mampu memaksimalkan setiap pertandingan dan tidak membuang kesempatan untuk mengamankan poin penuh.
Modal Berharga Menghadapi Babak Gugur
Lolos ke semifinal tentu menjadi kabar menggembirakan bagi seluruh pendukung Persebaya. Namun, tantangan sesungguhnya baru akan di mulai ketika menghadapi lawan yang memiliki kualitas lebih merata di fase gugur.
Salah satu aspek yang patut diapresiasi adalah kontribusi para pemain belakang. Yuran Fernandes tidak hanya tampil kokoh saat bertahan, tetapi juga mampu menjadi penentu kemenangan melalui skema bola mati. Situasi seperti ini menunjukkan bahwa Persebaya memiliki variasi serangan yang dapat dimanfaatkan ketika pertandingan berjalan alot.
Jika konsistensi permainan, di siplin bertahan, dan efektivitas dalam memanfaatkan peluang mampu di pertahankan, peluang Persebaya untuk melaju hingga partai final Piala Presiden 2026 tentu semakin terbuka. Dukungan penuh dari Bonek di setiap pertandingan juga di prediksi menjadi energi tambahan yang dapat menjaga performa Bajul Ijo tetap kompetitif sepanjang turnamen.





