Lintasbalikpapan.com – Timnas Indonesia tampil meyakinkan usai membungkam Kamboja dengan skor 5-1 pada laga Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari. Kemenangan besar ini memang diwarnai banyak momen menarik, tetapi ada satu sosok yang paling mencuri perhatian, yakni Thom Haye.
Menariknya, bukan karena ia mencetak gol, melainkan karena kemampuannya mengatur ritme permainan. Tiga assist yang lahir dari kakinya menjadi bukti bahwa gelandang Persib Bandung tersebut berperan sebagai “otak serangan” yang membuat lini pertahanan Kamboja terus berada di bawah tekanan.
Thom Haye Membuat Bola Mati Jadi Senjata Mematikan
Tidak semua pemain mampu mengubah situasi bola mati menjadi peluang emas. Thom Haye justru memperlihatkan kualitas itu sepanjang pertandingan. Assist pertamanya lahir melalui tendangan bebas yang di konversi menjadi gol oleh Mitchell Baker. Bola dikirim dengan akurasi tinggi ke area berbahaya sehingga rekan setim hanya perlu menyelesaikan peluang tersebut.
Kontribusi berikutnya datang lewat sepak pojok yang berhasil di manfaatkan Sandy Walsh. Umpan tersebut memperlihatkan bagaimana Haye mampu membaca posisi rekan sekaligus kelemahan lini belakang lawan.
Assist ketiga menjadi penutup penampilan impresifnya. Kali ini Haye mengirim umpan silang dari permainan terbuka yang kembali diselesaikan Baker untuk melengkapi hat-trick. Variasi assist ini menunjukkan bahwa kualitas Haye tidak hanya muncul dalam situasi bola mati, tetapi juga saat permainan berlangsung cepat.
Yang membuatnya semakin menarik adalah kebiasaannya saat mengambil sepak pojok. Haye memilih meletakkan bola lebih ke dalam garis lapangan di banding kebanyakan pemain. Detail kecil tersebut ternyata membantu menciptakan sudut umpan yang berbeda sehingga bola lebih sulit diantisipasi pemain bertahan.
Konsistensi Thom Haye Jadi Nilai Tambah Timnas Indonesia
Performa melawan Kamboja bukanlah kebetulan. Berdasarkan catatan Transfermarkt, Thom Haye kini telah mengoleksi lima assist dari 18 pertandingan bersama Timnas Indonesia.
Di level klub bersama Persib Bandung, ia juga mencatat lima assist sepanjang musim lalu. Statistik tersebut menunjukkan bahwa kreativitasnya berlangsung secara konsisten, bukan hanya dalam satu pertandingan.
Kemampuan membaca ruang, mengatur tempo, serta mengirim umpan akurat membuat Haye menjadi pemain yang sangat penting dalam skema permainan Garuda. Saat lawan fokus menghentikan para penyerang, Haye justru mampu menciptakan peluang dari lini kedua melalui visi bermain yang matang.
Bukan Hanya Pengumpan, Tetapi Pengendali Permainan
Banyak orang menilai tiga assist adalah pencapaian terbesar Thom Haye pada laga ini. Padahal, kontribusinya jauh lebih luas. Ia menjadi penghubung antarlini, menentukan arah serangan, sekaligus menjaga aliran bola tetap hidup sepanjang pertandingan.
Keberadaannya membuat Indonesia memiliki lebih banyak variasi serangan, baik melalui bola mati maupun open play. Hal inilah yang menjadi modal penting bagi Timnas Indonesia untuk menghadapi pertandingan-pertandingan berikutnya di Piala AFF 2026.
Jika performa seperti ini terus di pertahankan, Thom Haye bukan hanya akan dikenal sebagai spesialis assist, tetapi juga sebagai salah satu playmaker paling berpengaruh yang dimiliki Timnas Indonesia saat ini.












