Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – “Orang tua saya saja tidak pernah marahi saya.” Kalimat itu diduga terlontar dari seorang pelajar yang kedapatan merokok saat masih mengenakan seragam sekolah. Ucapan tersebut bukan sekadar bentuk penolakan terhadap teguran seorang guru. Lebih dari itu, kalimat tersebut mencerminkan persoalan yang jauh lebih dalam, memudarnya penghormatan terhadap otoritas guru dan rapuhnya pendidikan karakter.
Menurut hasil penyelidikan awal kepolisian, peristiwa bermula ketika seorang guru SD berinisial M.A. menegur seorang siswa yang sedang merokok di jalan raya sambil mengenakan seragam sekolah. Teguran yang semestinya menjadi bagian dari tanggung jawab moral seorang pendidik justru dibalas dengan kalimat bernada menantang.
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (21/7/2026) sekitar pukul 13.20 WITA di kawasan Jalan Lapangan Tembak Lambada RT 33, Kelurahan Lamaru, Kecamatan Balikpapan Timur. Kasus itu kini tengah ditangani Polsek Balikpapan Timur.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal Polsek Balikpapan Timur, insiden bermula ketika M.A., seorang guru SD di Balikpapan Timur, melintas di Jalan Mulawarman dan melihat seorang pelajar yang masih mengenakan seragam sekolah sedang merokok sambil mengendarai sepeda motor.
Sebagai pendidik, M.A. memberikan teguran secara lisan agar siswa tersebut tidak merokok saat masih mengenakan atribut sekolah. Namun teguran itu justru memicu respons emosional. Siswa tersebut disebut mempertanyakan alasan dirinya ditegur dengan mengatakan bahwa orang tuanya sendiri tidak pernah memarahinya.
“Teguran tersebut tidak diterima oleh siswa yang bersangkutan. Bahkan siswa tersebut sempat mengatakan, ‘kenapa kamu tegur saya? Orang tua saya saja tidak pernah marahi saya,” kata Kapolsek Balikpapan Timur, AKP Muhammad Chusen.
Merasa situasi mulai memancing perhatian warga, M.A. memilih meninggalkan lokasi untuk menghindari keributan. Namun persoalan tidak berhenti di sana.
Korban kemudian diikuti oleh tiga orang pelajar bersama orang tua salah satu siswa dan seorang paman siswa hingga ke kawasan Jalan Lapangan Tembak Lambada.
Di lokasi tersebut, M.A. berusaha menyelesaikan persoalan secara baik-baik. Ia menyampaikan permohonan maaf apabila tegurannya menimbulkan kesalahpahaman serta menegaskan bahwa dirinya hanya memberikan teguran lisan tanpa melakukan kekerasan fisik.
Namun, salah satu siswa mengaku kepada keluarganya bahwa dirinya telah dipukul oleh guru tersebut. Tuduhan itu dibantah oleh M.A.
Situasi semakin memanas ketika salah seorang pelajar diduga melontarkan kalimat, “Banyak betul omonganmu.” Tak lama kemudian, seorang paman siswa diduga melakukan pemukulan terhadap korban yang kemudian diikuti oleh tiga pelajar lainnya. Akibatnya, M.A. diduga menjadi korban pengeroyokan.
Dalam video yang beredar, tampak seorang perempuan berusaha melerai keributan. Berdasarkan hasil Pulbaket, perempuan tersebut merupakan istri korban yang berinisial R., seorang guru sosiologi di salah satu SMA negeri di Balikpapan.
Polisi mengungkapkan salah satu terduga pelaku berinisial F. yang masih berstatus pelajar. Sementara identitas terduga pelaku lainnya masih dalam proses pendalaman.
Korban telah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Balikpapan Timur. Polisi juga telah melakukan visum terhadap korban serta memeriksa pihak-pihak yang berkaitan guna mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa tersebut. (*)












