Dari Sampah Jadi Pangan, PLN Berdayakan Emak-Emak Balikpapan Ciptakan Lingkungan Bersih dan Keluarga Mandiri

Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Tumpukan sampah rumah tangga yang selama ini dianggap masalah ternyata bisa menjadi awal perubahan besar. Berbekal ember komposter dan semangat para ibu rumah tangga, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT) menggulirkan program pemberdayaan masyarakat yang menyasar ketahanan pangan keluarga sekaligus pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Kecamatan Balikpapan Selatan.

Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk “Ketahanan Pangan Keluarga Melalui Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat Khususnya Kaum Perempuan di Kecamatan Balikpapan Selatan Kota Balikpapan” ini dilaksanakan bekerja sama dengan Yayasan Peduli Balikpapan sebagai mitra pelaksana.

Program tersebut akan menjangkau tujuh kelurahan di Kecamatan Balikpapan Selatan, yakni Gunung Bahagia, Damai Bahagia, Damai Baru, Sepinggan, Sepinggan Raya, Sepinggan Baru, dan Sungai Nangka.

Langkah awal dimulai melalui sosialisasi di Aula Kantor Kecamatan Balikpapan Selatan yang mempertemukan pemerintah daerah, Tim Penggerak PKK, tokoh masyarakat, hingga berbagai pemangku kepentingan. Dalam kesempatan itu, PLN juga menyerahkan secara simbolis bantuan komposter ember susun kepada masyarakat melalui Pemerintah Kecamatan Balikpapan Selatan.

Bantuan tersebut bukan sekadar alat pengolah sampah organik, melainkan simbol dimulainya gerakan perubahan dari rumah tangga. Sampah dapur yang sebelumnya berakhir di tempat pembuangan kini diharapkan dapat diolah menjadi kompos yang bermanfaat untuk tanaman pekarangan.

Manager Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Bagian Timur 1, I Made Gita Prawira, mengatakan persoalan sampah dan ketahanan pangan merupakan dua isu yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat sehingga penyelesaiannya perlu dimulai dari lingkungan keluarga.

“Pengelolaan sampah dan ketahanan pangan merupakan isu yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat. Melalui program ini, PLN berharap terciptanya kebiasaan baru dalam mengelola sampah rumah tangga sehingga dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus mendukung kebutuhan pangan keluarga,” ujar I Made.

Menurutnya, perempuan memiliki peran strategis dalam keberhasilan program karena menjadi pengelola utama rumah tangga sekaligus motor penggerak perubahan di lingkungan sekitar.

“Kami berharap program ini dapat melahirkan kelompok-kelompok masyarakat yang mampu menjadi contoh dalam pengelolaan sampah dan pemanfaatan pekarangan secara berkelanjutan,” tambahnya.

Sementara itu, General Manager PLN UIP Kalimantan Bagian Timur, Dewanto, menegaskan bahwa kehadiran PLN tidak hanya sebatas menghadirkan pasokan listrik yang andal, tetapi juga berupaya memberikan manfaat sosial dan lingkungan bagi masyarakat.

“Bagi PLN, komitmen tidak hanya berkaitan dengan keandalan pasokan listrik, tetapi juga tentang bagaimana kehadiran perusahaan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan lingkungan sekitar,” kata Dewanto.

Ke depan, program ini akan dilanjutkan melalui berbagai kegiatan edukasi, pelatihan, hingga pendampingan masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga dan memanfaatkan lahan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga.

Melalui gerakan sederhana yang dimulai dari dapur dan halaman rumah, PLN berharap lahir budaya baru di tengah masyarakat, mengurangi sampah, memperkuat ketahanan pangan keluarga, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *