Lintasbalikpapan.com – Timnas Indonesia U-17 membuka era baru bersama pelatih David Nascimento dengan menghadapi Malaysia dalam ajang uji coba Garuda Championship Series 2026 di Stadion Manahan, Solo. Meski pertandingan berakhir dengan skor 1-1, performa Garuda Muda memberikan sejumlah sinyal positif yang layak diapresiasi.
Sejak awal pertandingan, Malaysia mencoba mengambil inisiatif serangan dengan permainan agresif. Namun, Indonesia tidak kehilangan ritme. Lini tengah mampu menjaga keseimbangan permainan sehingga tekanan lawan tidak berkembang menjadi ancaman serius.
Peluang pertama justru datang dari Indonesia melalui Chico Jericho. Aksinya melewati pemain bertahan di ikuti tendangan keras memaksa kiper Malaysia, Adam Nurfakrullah, melakukan penyelamatan penting. Momen tersebut menjadi gambaran bahwa Indonesia mampu membangun serangan efektif meski sempat berada dalam tekanan.
Memasuki pertengahan babak pertama, Garuda Muda mulai mengendalikan jalannya pertandingan. Chico kembali hampir membawa Indonesia unggul ketika tendangannya hanya membentur tiang gawang. Tidak lama berselang, Dzaky Muhammad juga memperoleh kesempatan emas, tetapi masih belum mampu menaklukkan penjaga gawang Malaysia.
Dominasi Babak Kedua Berbuah Gol, Namun Belum Cukup
Selepas turun minum, perubahan permainan Indonesia semakin terlihat. Masuknya Ichiro Akbar memberikan warna baru di lini tengah sehingga distribusi bola menjadi lebih lancar dan serangan lebih variatif.
Beberapa peluang berhasil diciptakan melalui Dhamar Try Kusuma, Melki Meyanu, hingga Chico Jericho yang berkali-kali merepotkan pertahanan Malaysia. Sayangnya, penyelesaian akhir dan performa impresif Adam Nurfakrullah membuat skor tetap bertahan.
Kerja keras Indonesia akhirnya terbayar pada menit ke-80. Berawal dari peluang Chico yang kembali mampu di tepis kiper Malaysia, bola liar berhasil di manfaatkan Dhamar Try Kusuma menjadi gol pembuka. Gol tersebut terasa pantas mengingat Indonesia tampil lebih dominan sepanjang babak kedua.
Keunggulan ini sekaligus menunjukkan bahwa proses pembangunan serangan Garuda Muda mulai berjalan lebih rapi. Kombinasi permainan cepat dan keberanian melepas tembakan dari berbagai sisi menjadi nilai tambah yang cukup menjanjikan.
Hasil Imbang Menjadi Pelajaran Berharga untuk Timnas Indonesia U-17
Sayangnya, kemenangan yang sudah berada di depan mata harus sirna pada penghujung laga. Situasi bola mati menjadi titik lemah Indonesia ketika sepak pojok Malaysia berujung gol bunuh diri setelah bola mengenai kepala Valdo Putra sebelum masuk ke gawang sendiri.
Skor berubah menjadi 1-1 dan bertahan hingga peluit panjang di bunyikan. Walaupun hasil akhir tidak sesuai harapan, pertandingan ini tetap memberikan banyak pelajaran penting bagi Timnas U-17 Indonesia.
Dari sisi permainan, organisasi tim terlihat semakin baik di bandingkan fase awal pertandingan. Kreativitas lini tengah meningkat, transisi menyerang berjalan lebih cepat, dan beberapa pemain muda menunjukkan kualitas individu yang patut mendapat perhatian.
Bagi David Nascimento, hasil imbang ini bisa menjadi fondasi awal untuk mengevaluasi kelemahan tim, terutama dalam mengantisipasi bola mati dan menjaga konsentrasi hingga menit-menit terakhir. Jika aspek tersebut mampu diperbaiki, peluang Timnas U-17 Indonesia untuk tampil lebih kompetitif pada turnamen berikutnya tentu akan semakin terbuka.
Meski gagal mengamankan kemenangan perdana, performa Garuda Muda sudah menunjukkan arah perkembangan yang positif. Dengan waktu persiapan yang lebih matang, skuad muda Indonesia berpotensi menjadi salah satu tim yang patut diperhitungkan di level Asia.












